Olok-olok Gempa Turki-Suriah, Majalah Charlie Hebdo Dikecam
Muhajirin
Kamis, 09 Februari 2023 - 14:02 WIB
Warga Turki berusaha mengevakuasi korban gempa yang tertimbun reruntuhan (foto: NBC News)
Majalah Prancis Charlie Hebdo mendapat kecaman setelah menerbitkan kartun yang mengolok-olok gempa M7,8 Turki-Suriah. Charlie Hebdo selama ini memang dikenal dengan kartun satir yang rasis dan tidak sensitif.
Majalah tersebut membagikan ‘Kartun Hari ini” di Twitter hanya beberapa jam setelah berkekuatan M7,8 terjadi di Turki pada Senin (6/2/2023). Kartun yang dibuat Pierrick Juin itu memperlihatkan bangunan yang rusak, mobil yang terguling, dan bukit-bukit puing bertuliskan, “Gempa bumi di Turki, Tidak perlu mengirim tank”.
Seorang pengguna twitter Sara Assaf mengecam keras kartun tersebut. Tak sampai di situ, Sara menarik dukungan dari majalah tersebut. “Je ne suis plus Charlie” (Saya bukan lagi Charlie), tulisnya, mengacu pada slogan “Je suis Charlie” (Saya Charlie) yang diadopsi oleh pendukung majalah tersebut setelah serangan 7 Januari 2015 di kantor mereka.
Baca Juga:Kisah Emosional Tim Penyelamat Gempa Turki saat Evakuasi Gadis Cilik
Cendekiawan Muslim Amerika Serikat, Imam Omar Suleiman, juga menyampaikan kecaman terhadap kartun tersebut. Dia menilai, kartun tersebut mengejek ribuan muslim yang menjadi korban gempa bumi di Turki.
“Mengejek kematian ribuan Muslim adalah puncak dari bagaimana Prancis telah merendahkan kita dalam segala hal,” kata Omar.
Majalah tersebut membagikan ‘Kartun Hari ini” di Twitter hanya beberapa jam setelah berkekuatan M7,8 terjadi di Turki pada Senin (6/2/2023). Kartun yang dibuat Pierrick Juin itu memperlihatkan bangunan yang rusak, mobil yang terguling, dan bukit-bukit puing bertuliskan, “Gempa bumi di Turki, Tidak perlu mengirim tank”.
Seorang pengguna twitter Sara Assaf mengecam keras kartun tersebut. Tak sampai di situ, Sara menarik dukungan dari majalah tersebut. “Je ne suis plus Charlie” (Saya bukan lagi Charlie), tulisnya, mengacu pada slogan “Je suis Charlie” (Saya Charlie) yang diadopsi oleh pendukung majalah tersebut setelah serangan 7 Januari 2015 di kantor mereka.
Baca Juga:Kisah Emosional Tim Penyelamat Gempa Turki saat Evakuasi Gadis Cilik
Cendekiawan Muslim Amerika Serikat, Imam Omar Suleiman, juga menyampaikan kecaman terhadap kartun tersebut. Dia menilai, kartun tersebut mengejek ribuan muslim yang menjadi korban gempa bumi di Turki.
“Mengejek kematian ribuan Muslim adalah puncak dari bagaimana Prancis telah merendahkan kita dalam segala hal,” kata Omar.