Korban Tewas Gempa Turki Tembus 12.000 Orang, Erdogan Akui Sulit Dapat Bantuan
Mahmuda attar hussein
Kamis, 09 Februari 2023 - 19:35 WIB
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Istimewa)
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengakui kesulitan terkait urusan bantuan gempa di negaranya. Terlebih, jumlah korban tewas yang terus meningkat dan menembus angka 12.000 orang.
Hal itu disampaikannya setelah beberapa rakyat Turki yang menjadi korban gempa mengkritik langkah pemerintah. Warga menilai pemerintah Turki lamban dalam memberikan pertolongan.
Saat melakukan kunjungannya ke zona bencana, Erdogan memastikan operasi penyelematan akan berjalan normal. Dia pun berjanji setiap warganya tidak akan kehilangan tempat tinggal.
Baca Juga:Kedubes Turki di Jakarta Buka Donasi untuk Korban Gempa
Dilansir dari Reuters, Kamis (9/2/2023), korban selamat di wilayah Turki selatan masih mencari tempat berlindung sementara. Mereka bertahan di luar rumah dengan cuaca buruk badai salju.
Korban selamat masih berharap dapat menemukan keluarga maupun kerabat yang kemungkinan masih terkubur tumpukan puing. Tim penyelamat pun bekerja dengan maksimal untuk menemukan dan menyelamatkan beberapa korban yang masih hidup.
Namun, banyak warga Turki yang mengeluhkan buruknya penanganan dan evakuasi korban gempa yang dilakukan pemerintah. Mulai dari kurangnya peralatan, keahlian, dan dukungan untuk menyelamatkan mereka yang terjebak. Bahkan, terkadang mereka masih mendengar teriakan minta tolong dari para korban selamat.
Hal itu disampaikannya setelah beberapa rakyat Turki yang menjadi korban gempa mengkritik langkah pemerintah. Warga menilai pemerintah Turki lamban dalam memberikan pertolongan.
Saat melakukan kunjungannya ke zona bencana, Erdogan memastikan operasi penyelematan akan berjalan normal. Dia pun berjanji setiap warganya tidak akan kehilangan tempat tinggal.
Baca Juga:Kedubes Turki di Jakarta Buka Donasi untuk Korban Gempa
Dilansir dari Reuters, Kamis (9/2/2023), korban selamat di wilayah Turki selatan masih mencari tempat berlindung sementara. Mereka bertahan di luar rumah dengan cuaca buruk badai salju.
Korban selamat masih berharap dapat menemukan keluarga maupun kerabat yang kemungkinan masih terkubur tumpukan puing. Tim penyelamat pun bekerja dengan maksimal untuk menemukan dan menyelamatkan beberapa korban yang masih hidup.
Namun, banyak warga Turki yang mengeluhkan buruknya penanganan dan evakuasi korban gempa yang dilakukan pemerintah. Mulai dari kurangnya peralatan, keahlian, dan dukungan untuk menyelamatkan mereka yang terjebak. Bahkan, terkadang mereka masih mendengar teriakan minta tolong dari para korban selamat.