Menggali Hikmah dari Islamofobia
Imam Shamsi Ali
Jum'at, 10 Februari 2023 - 08:24 WIB
Aksi tolak islamofobia di London (foto: The Guardian)
Beberapa waktu terakhir ini, baik dalam tulisan maupun ceramah, saya sampaikan beberapa peristiwa mutakhir di dunia Barat, termasuk di kota New York. Ketiganya mendapat perhatian besar dunia, termasuk tentunya perhatian umat Islam.
Pertama, hasil survei the Brookings Institute tanggal 29 Desember 2022 yang menemukan bahwa terjadi kenaikan signifikan pandangan positif masyarakat Amerika kepada Islam. Dari hanya sekitar 57% di tahun 2016 lalu menjadi 78% di tahun 2022 lalu.
Kedua, pembacokan dua anggota NYPD (Polisi NY) oleh seorang Anak muda berumur 19 tahun, berkulit putih, dan mengaku mualaf atau masuk Islam sekitar bulan Agustus tahun yang sama (2022). Tiba-tiba menjadi radikal dan seolah mewakili Islam dalam penyerangan kepada polisi New York itu.
Baca Juga: MUI Sebut Pembakaran Al-Qur'an di Swedia Langgengkan Islamofobia
Ketiga, pembakaran Al-Quran oleh seorang warga Swedia bernama Rasmus Paludan dan penyobekan serta menginjak-injak Al-Quran oleh seorang warga Belanda hampir pada waktu yang sama.
Pertama, hasil survei the Brookings Institute tanggal 29 Desember 2022 yang menemukan bahwa terjadi kenaikan signifikan pandangan positif masyarakat Amerika kepada Islam. Dari hanya sekitar 57% di tahun 2016 lalu menjadi 78% di tahun 2022 lalu.
Kedua, pembacokan dua anggota NYPD (Polisi NY) oleh seorang Anak muda berumur 19 tahun, berkulit putih, dan mengaku mualaf atau masuk Islam sekitar bulan Agustus tahun yang sama (2022). Tiba-tiba menjadi radikal dan seolah mewakili Islam dalam penyerangan kepada polisi New York itu.
Baca Juga: MUI Sebut Pembakaran Al-Qur'an di Swedia Langgengkan Islamofobia
Ketiga, pembakaran Al-Quran oleh seorang warga Swedia bernama Rasmus Paludan dan penyobekan serta menginjak-injak Al-Quran oleh seorang warga Belanda hampir pada waktu yang sama.