Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 02 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Menggali Hikmah dari Islamofobia

Imam Shamsi Ali Jum'at, 10 Februari 2023 - 08:24 WIB
Menggali Hikmah dari Islamofobia
Aksi tolak islamofobia di London (foto: The Guardian)
LANGIT7.ID - Beberapa waktu terakhir ini, baik dalam tulisan maupun ceramah, saya sampaikan beberapa peristiwa mutakhir di dunia Barat, termasuk di kota New York. Ketiganya mendapat perhatian besar dunia, termasuk tentunya perhatian umat Islam.

Pertama, hasil survei the Brookings Institute tanggal 29 Desember 2022 yang menemukan bahwa terjadi kenaikan signifikan pandangan positif masyarakat Amerika kepada Islam. Dari hanya sekitar 57% di tahun 2016 lalu menjadi 78% di tahun 2022 lalu.

Kedua, pembacokan dua anggota NYPD (Polisi NY) oleh seorang Anak muda berumur 19 tahun, berkulit putih, dan mengaku mualaf atau masuk Islam sekitar bulan Agustus tahun yang sama (2022). Tiba-tiba menjadi radikal dan seolah mewakili Islam dalam penyerangan kepada polisi New York itu.

Baca Juga: MUI Sebut Pembakaran Al-Qur'an di Swedia Langgengkan Islamofobia

Ketiga, pembakaran Al-Quran oleh seorang warga Swedia bernama Rasmus Paludan dan penyobekan serta menginjak-injak Al-Quran oleh seorang warga Belanda hampir pada waktu yang sama.

Dalam pembahasan saya sampaikan bahwa hasil survei the Brookings Institute itu pasti menjadikan ada pihak-pihak yang semakin khawatir. Karena Islam ini diburuk-burukkan saja terus berkembang. Apalagi kalau memang masyarakat sudah melihatnya dengan pandangan positif. Tentu akan semakin bergeliat bangkit tak tertahankan.

Dan karenanya di malam tahun baru itu, di saat hampir semua mata dunia menuju ke Time Square NY, tempat di mana puluhan ribu manusia sedang berkumpul, terjadi kejahatan (evil) yang langsung dikaitkan dengan Islam yang namanya mulai membaik di mata masyarakat Amerika.

Pembakaran dan penyobekan Al-Quran di Eropa itu sesungguhnya mengkonfirmasi ketidak senangan dan kemarahan itu. Sehingga seorang imigran Denmark yang beralih warga negara Swedia diberikan kebebasan oleh pemerintah Swedia membakar Kitab Suci (Al-Quran).

Baca Juga: Al-Qur'an Dibakar dan Dirobek, Ini Penyebab Islamofobia Makin Marak di Eropa

Belajar dari Islamofobia


Islamofobia seperti yang sering disampaikan bukan barang baru. Bahkan sejalan dengan sejarah penciptaan manusia itu sendiri. Dari Adam vs Iblis, Nuh vs pembesar kaumnya, Ibrahim vs Namrud, Musa vs Fir’aun, Isa vs pembesar Yahudi, hingga ke Muhammad (SAW) vs Abu Jahal dan Abu Lahab.

Dan karenanya yang perlu kita lihat secara dekat adalah kenapa Allah membiarkan phobia itu bertahan? Tidakkah dengan mudah Allah yang membolak balik hati manusia untuk jatuh hati dengan Islam sehingga tidak lagi terjadi phobia itu?

Jawabannya adalah karena pasti ada hikmah dan pelajaran (‘ibrah) yang Allah siapkan untuk Umat ini ambil sebagai bekal dalam perjalanan hidupnya. Lebih spesifik lagi tentunya sebagai bekal dalam melanjutkan langkah-langkah dalam mengemban amanah dakwah, melanjutkan tugas kerisalahan para nabi dan rasul.

Di antara 'ibrah (pelajaran) itu adalah:

Satu, agar Umat ini membangun kesadaran penuh bahwa Islamofobia itu nyata. Bahkan menjadi sunnatullah dalam perjalanan Dakwah itu sendiri. Sekaligus menyadari bahwa Islamofobia itu bersifat terus menerus (continues) hingga akhir zaman. Realita ini digambarkan oleh Al-Quran di Surah As-shaf ayat 8: “mereka berkeinginan memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka”. Di ayat ini Allah memakai kata “yuriiduun” (continuous tense) menunjukkan bahwa hal itu akan terus berlanjut.

Baca Juga: Islamofobia Makin Marak di Eropa, Begini Cara Mengatasinya

Dua, dengan peristiwa-peristiwa yang saya sebutkan tadi, dan banyak lagi peristiwa sebelumnya, kita disadarkan bahwa dunia memang tidak fair (unfair) dalam memperlakukan agama ini. Contoh terdekat adalah ketika terjadi pembacokan polisi di Time Square di malam tahun baru itu. Pada saat yang sama terjadi penembakan massal di negara bagian (State) Florida dan Georgia yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Tapi hanya pelaku Time Square yang dikaitkan dengan agama yang diakuinya (Islam). Pelaku lainnya dianggap sekedar melakukan kejahatan biasa. Bahkan dianggap mengalami gangguan jiwa.

Tiga, melalui Islamofobia Umat ini diingatkan oleh Allah tentang tanggung jawabnya. Apakah Umat ini telah melakukan tanggung jawabnya sebagai penerus tanggung jawab risalah atau dakwah? Terlebih lagi mereka yang memang ditakdirkan hidup di tengah-tengah non Muslim, termasuk di Amerika dan Eropa. Dengan realita Islamofobia ini Allah seolah mengatakan: “tanggung jawab kalian besar dan jauh ke depan”.

Empat, dengan Islamofobia khususnya dengan pembakaran atau pelecehan Al-Quran ini mengajarkan bahwa kita berada dalam situasi peperangan (state of war). Bukan peperangan fisik. Justeru peperangan yang lebih berbahaya. Yaitu peperangan idea. Idea itulah yang membentuk persepsi. Dan persepsi dengan dukungan semua perangkat modern (Al-Quran memakai kata: afwaah atau mulut-mulut) itulah yang menjadi kebenaran bagi manusia yang tidak memiliki prinsip kebenaran (agama) dalam hidupnya.

Baca Juga: Justin Trudeau: Islamofobia Tidak Punya Tempat di Kanada

Lima, dengan peristiwa pembakaran atau penyobekan Al-Quran ini, kembali menguatkan keimanan Umat melalui realita di hadapan mata bahwa Al-Quran itu adalah mukjizat. Salah satu kemukjizatan Al-Quran adalah penjagaan Suci (Divine Protection) atau Al-hifzu al-Ilahi seperti yang ditegaskan dalam Al-Quran itu sendiri (lihat Al-Hijr ayat 9).

Tentu banyak lagi hikmah atau pelajaran (‘ibrah) yang dapat kita petik dari berbagai tendensi phobia atau ketakutan yang tak berdasar kepada agama ini. Kalaulah sekiranya ragam peristiwa itu tak punya tujuan (purposeless) tentu Allah tidak akan membiarkannya.

Karenanya Umat Islam dalam menghadapi Islamofobia justru semakin tersadarkan. Sadar akan Qudrah atau Kemahakuasaan Allah. Sekaligus sadar akan tanggung jawab keislaman untuk menghadapinya dengan sikap yang bijak dan berkarakter. Insya Allah!

Jamaica City, 9 Februari 2023

Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 02 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)