LANGIT7.ID, Jakarta -
Islamofobia semakin marak di Eropa dalam beberapa waktu terakhir. Politikus sayap kanan di Swedia dan Belanda melakukan aksi biadab membakar dan merobek Al-Qur'an di depan publik.
Pengamat Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia Pizaro Gozali Idrus menyebut salah satu cara mengatasi Islamofobia di barat adalah banyak mengangkat peran Islam di Eropa. Pusat-pusat studi Islam yang ada di negara muslim perlu melebarkan sayap untuk meluruskan kesalahpahaman warga Barat pada Islam.
Baca Juga: Al-Quran Dibakar dan Dirobek, Ini Penyebab Islamofobia Makin Marak di Eropa
“Selain itu, fungsi media-media Islam perlu juga digencarkan untuk menjangkau mereka. Sekarang Al Aljazeera, TRT World yang menjelaskan sisi lain soal Islam yang selama ini salah dipahami Barat,” ungkap Pizaro kepada Langit7, Rabu (25/1/2023).
Negara-negara Islam selama ini hanya melakukan kecaman. Hal itu tidak cukup. Negara-negara Islam perlu bekerja sama untuk melawan kampanye islamofobia di Barat. Dulu Turki, Pakistan, Malaysia, Qatar sudah sepakat mau bikin TV khusus berbahasa Inggris untuk menjelaskan Islam yang sesungguhnya. Namun, hal itu belum terwujud sampai saat ini.
“Barat juga melihat Islam dari individu umat Islam itu sendiri. Jika umat Islam buruk persepsi mereka sama Islam juga buruk,” ujar Pizaro.
Baca Juga: Astagfirullah, Politisi Belanda Robek, Injak, dan Bakar Al Quran
Maka itu, kata dia, perlu ada kampanye-kampanye yang bisa mengetuk hati orang-orang Barat. Dulu ada kampanye bantuan makanan hangat dan selimut bagi orang-orang Barat yang kesulitan.
“Hal itu dilakukan komunitas muslim Eropa. Mereka menghampiri rumah-rumah mereka untuk memberikan bantuan. Ini sangat berkesan di hati-hati orang Eropa. Ini salah satu cara yang bisa dilakukan,” ungkap Pizaro.
(jqf)