LANGIT7.ID - , Quebec - Perdana Menteri Kanada,
Justin Trudeau menegaskan
Islamofobia tidak mendapat tempat di Kanada.
Hal tersebut disampaikan Trudeau saat menghadiri Hari Peringatan Nasional Serangan Masjid Kota Quebec dan Aksi Melawan Islamofobia, Ahad (29/1/2023) lalu.
“Islamofobia tidak memiliki tempat di
Kanada, dan kami harus melanjutkan pekerjaan kami untuk membantu umat Islam merasa aman. Minggu lalu, kami menunjuk Amira Elghawaby sebagai Perwakilan Khusus Kanada pertama untuk Memerangi Islamofobia, untuk melayani sebagai pemimpin, penasihat, pakar, dan perwakilan Pemerintah Kanada," kata Trudeau dalam pernyataan resminya dikutip dari Independent, Selasa (31/1/2023).
Baca juga: Islamofobia Makin Marak di Eropa, Begini Cara MengatasinyaMenandai peringatan tahun keenam insiden Masjid Quebec, Trudeau mengenang enam jamaah tewas usai salat ketika pria bersenjata memasuki aula dan melepaskan tembakan.
Dia menambahkan bahwa setiap orang harus berkomitmen pada nilai-nilai “keterbukaan dan rasa hormat” setiap hari.
"Hari ini, kita mengingat enam orang yang kehilangan nyawa dan 19 lainnya yang terluka parah dalam serangan di Center culturel islamique de Québec di Sainte-Foy," kata Trudeau.
“Kami juga salut dengan keberanian dan ketidakegoisan para responden pertama dan anggota komunitas yang mempertaruhkan nyawa mereka dan melakukan segala yang mereka bisa untuk menyelamatkan para jamaah hari itu.
Baca juga: Al-Qur'an Dibakar dan Dirobek, Ini Penyebab Islamofobia Makin Marak di Eropa“Kami ingat Ibrahima Barry, Mamadou Tanou Barry, Khaled Belkacemi, Abdelkrim Hassane, Azzedine Soufiane, dan Aboubaker Thabti, yang merupakan ayah, suami, teman, kolega, Quebec, dan Muslim.”
Sebagai informasi, pada 29 Januari 2017 lalu, seorang pria bersenjata asal Kanada melepaskan tembakan ke sebuah masjid di Kota Quebec.
Alexandre Bissonnette, pelaku penembakan masjid Kota Quebec, menjalani hukuman seumur hidup di penjara tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat selama 40 tahun.
Berbagai langkah diambil pemerintah Kanada untuk melawan kebencian dan mempromosikan keragaman dan keterbukaan. Salah satunya dengan menunjuk Amira Elghawaby sebagai Perwakilan Pertama Kanada untuk Memerangi Islamofobia.
“Dia akan membawa pengalamannya sebagai seorang jurnalis, seorang ahli dalam isu-isu kesetaraan dan inklusi, dan seorang advokat hak asasi manusia untuk berperan dalam mempromosikan kesadaran akan identitas Muslim yang beragam dan beririsan di Kanada.
(est)