Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional, KKP Luncurkan Program Padat Karya Tanam Mangrove
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 25 Agustus 2021 - 21:33 WIB
ilustrasi penanaman mangrove sebagai program padat karya KKP. (foto: antara)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) mempersiapkan program padat karya melalui kegiatan penanaman mangrove di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Program ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam pemulihan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19.
Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Pamuji Lestari, menjelaskan total luas area penanaman mencapai 5,8 hektare dengan jumlah mangrove yang ditanam sebanyak 5.875 batang mangrove.
Selain untuk mendorong perekonomian masyarakat di tengah wabah pandemi Covid-19, program padat karya ini juga dilakukan untuk mendukung ekonomi biru (blue economy).
"Mendukung blue economy artinya mangrove tidak hanya bertujuan untuk melindungi pesisir dari gempuran ombak tapi juga agar masyarakat bisa sejahtera dari adanya mangrove itu sendiri. Ini juga sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono agar pengelolaan kelautan dan perikanan dijalankan sesuai dengan prinsip ekonomi biru," kata Pamuji dalam kunjungannya ke Kebumen, Selasa (24/8).
Baca juga:KKP Dukung Warga Selayar Kembangkan Wisata Harta Karun Bawah Laut
Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Muhammad Yusuf, mengungkapkan bahwa program padat karya melalui penanaman mangrove merupakan bagian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Penanaman Mangrove KKP tahun 2021.
"Mangrove ini akan memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat dan lingkungan pesisir. Selain memberikan manfaat secara ekonomi, juga memberikan manfaat secara ekologi, karena mangrove ini selain sebagai pelindung pantai, juga berkontribusi dalam penyimpanan dan penyerapan karbon," ujarnya.
Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Pamuji Lestari, menjelaskan total luas area penanaman mencapai 5,8 hektare dengan jumlah mangrove yang ditanam sebanyak 5.875 batang mangrove.
Selain untuk mendorong perekonomian masyarakat di tengah wabah pandemi Covid-19, program padat karya ini juga dilakukan untuk mendukung ekonomi biru (blue economy).
"Mendukung blue economy artinya mangrove tidak hanya bertujuan untuk melindungi pesisir dari gempuran ombak tapi juga agar masyarakat bisa sejahtera dari adanya mangrove itu sendiri. Ini juga sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono agar pengelolaan kelautan dan perikanan dijalankan sesuai dengan prinsip ekonomi biru," kata Pamuji dalam kunjungannya ke Kebumen, Selasa (24/8).
Baca juga:KKP Dukung Warga Selayar Kembangkan Wisata Harta Karun Bawah Laut
Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Muhammad Yusuf, mengungkapkan bahwa program padat karya melalui penanaman mangrove merupakan bagian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Penanaman Mangrove KKP tahun 2021.
"Mangrove ini akan memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat dan lingkungan pesisir. Selain memberikan manfaat secara ekonomi, juga memberikan manfaat secara ekologi, karena mangrove ini selain sebagai pelindung pantai, juga berkontribusi dalam penyimpanan dan penyerapan karbon," ujarnya.