LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) mempersiapkan program padat karya melalui kegiatan penanaman mangrove di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Program ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam pemulihan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19.
Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Pamuji Lestari, menjelaskan total luas area penanaman mencapai 5,8 hektare dengan jumlah mangrove yang ditanam sebanyak 5.875 batang mangrove.
Selain untuk mendorong perekonomian masyarakat di tengah wabah pandemi Covid-19, program padat karya ini juga dilakukan untuk mendukung ekonomi biru
(blue economy)."Mendukung
blue economy artinya mangrove tidak hanya bertujuan untuk melindungi pesisir dari gempuran ombak tapi juga agar masyarakat bisa sejahtera dari adanya mangrove itu sendiri. Ini juga sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono agar pengelolaan kelautan dan perikanan dijalankan sesuai dengan prinsip ekonomi biru," kata Pamuji dalam kunjungannya ke Kebumen, Selasa (24/8).
Baca juga:
KKP Dukung Warga Selayar Kembangkan Wisata Harta Karun Bawah LautDirektur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Muhammad Yusuf, mengungkapkan bahwa program padat karya melalui penanaman mangrove merupakan bagian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Penanaman Mangrove KKP tahun 2021.
"Mangrove ini akan memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat dan lingkungan pesisir. Selain memberikan manfaat secara ekonomi, juga memberikan manfaat secara ekologi, karena mangrove ini selain sebagai pelindung pantai, juga berkontribusi dalam penyimpanan dan penyerapan karbon," ujarnya.
Selain dari upah tenaga kerja, lanjut Yusuf, manfaat ekonomi yang diterima oleh masyarakat juga dapat dikembangkan lewat wisata bahari dan pengolahan produk berbahan baku mangrove seperti batik, kopi, makanan dan minuman yang dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
"Karenanya peran serta berbagai pihak khususnya sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendorong pengembangan pemanfaatan mangrove selanjutnya," tambahnya.
Baca juga:
KKP Terapkan Kebijakan Penangkapan Terukur untuk Tingkatkan DevisaPerwakilan kelompok nelayan penggiat mangrove di Kebumen juga menyampaikan rasa terima kasih atas program yang diberikan KKP tersebut. Mereka berharap agar pesisir laut di wilayah Kebumen menjadi lestari.
Dalam prosesnya, kegiatan ini melibatkan 40 orang tenaga kerja yang berasal dari warga desa setempat. Kegiatan padat karya ditargetkan mulai berjalan di bulan September mendatang.
(sof)