home global news

Polemik ChatGPT, Antara Meringankan dan Menggantikan Pekerjaan Manusia

Rabu, 15 Februari 2023 - 10:15 WIB
ChatGPT. (Foto: ATRIA Innovation)
Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ChatGPT menuai polemik dalam kegiatan manusia, terutama terkait pekerjaan dan pendidikan. Situs berbasis AI itu disebut cukup meresahkan lantaran berpotensi untuk menjadi sarana kecurangan akademik.

ChatGPT menjadi viral karena kemampuannya untuk membuat susunan kalimat sekelas karya tulis, lengkap dengan data yang valid. Caranya pun cukup mudah, hanya dengan mengetikkan permintaan di kolom chat. Lantas AI akan langsung meresponnya dengan memberikan jawaban beserta sumber.

Dekan Fisipol UGM, Wawan Mas’ud menjelaskan, sebetulnya fenomena AI dengan kemunculan ChatGPT sudah bisa diprediksi sebelumnya. Haltersebutseiring masyarakat yang hidup di dunia modern.

Baca Juga:OpenAI Bayar Rendah Buruh Asal Kenya Kembangkan ChatGPT

"Fenomena ini tampaknya cukup mengagetkan kita. Tapi sebagai fenomena dan konsekuensi teknologi digital, semestinya bisa kita antisipasi," kata Wawan seperti dikutip dari laman UGM, Rabu (15/2/2023).

Menurutnya, ChatGPT yang dapat diakses secara umum perlu ditindaklanjuti secara bijak. Dia khawatir ChatGPT bisa berdampak dalam dunia pendidikan.

ChatGPT Bisa Gantikan Posisi Manusia
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
aplikasi chatbot artificial intelligence chat gpt
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya