Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

OpenAI Bayar Rendah Buruh Asal Kenya Kembangkan ChatGPT

Muhajirin Rabu, 25 Januari 2023 - 22:00 WIB
OpenAI Bayar Rendah Buruh Asal Kenya Kembangkan ChatGPT
Ilustrasi (foto: Time)
LANGIT7.ID, Jakarta - ChatGPT sempat membuat heboh publik global saat kemunculannya pada Desember 2022. Namun, kepopuleran ChatGPT ternyata berbanding terbalik dengan kesejahteraan para pegawainya. OpenAI selaku pengembang ChatGPT dilaporkan tidak memberikan kondisi kerja yang baik, bahkan menggaji rendah para karyawannya di Kenya.

Melansir The Independent, ChatGPT dibangun dengan bantuan dari tim pelabelan data yang berbasis di Kenya. Mereka ditugaskan membersihkan ChatGPT yang bersifat pornografi, kekerasan, dan pidato kebencian. Tindakan tersebut dilakukan agar ChatGPT terkesan lebih humanis.

“Pekerja dilaporkan membaca ratusan entri semacam ini setiap hari dengan upah dari $1 hingga $2 per jam, atau gaji bulanan $170,” tulis laman Independent, Rabu (25/1/2023).

Selain OpenAI dilaporkan bekerjasama dengan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) bernama Sama. Perusahaan itu juga dikenal mempekerjakan buruh dari Kenya, Uganda, dan India untuk mengerjakan tugas pelabelan data atas nama raksasa Silicon Valley seperti Google dan Meta.

Para buruh Kenya dilaporkan hanya menghasilkan sekitar $1,32-$2 per jam untuk perusahaan. OpenAI dikabarkan berpotensi memperoleh suntikan dana dari Microsoft sekitar $10 miliar. Jika kabar tersebut benar, OpenAI akan bernilai $29 miliar. Meski begitu, perusahaan AI itu belum memberikan tanggapan apapun.

Para Buruh Mengaku Tersiksa

Salah satu pekerja mengaku mengalami halusinasi setelah melihat penjelasan seorang laki-laki yang bersetubuh dengan seekor anjing. “Itu sangat menyiksa,” kata pekerja tersebut kepada Time.

Secara keseluruhan, tim berisikan para pekerja itu ditugaskan untuk membaca dan melabeli 150-250 paragraf teks selama Sembilan jam bekerja. Meski mereka bisa mendatangi konselor kesehatan yang disediakan, tapi mereka terluka secara mental karena pekerjaan itu.

Di sisi lain, Sama membantah jumlah angka yang harus dikerjakan tersebut dan mengatakan mereka hanya diharapkan memberi label pada 70 paragraf saja per shift.

OpenAI dalam sebuah pernyataan kepada Time mengatakan, pekerjaan yang dilakukan para buruh Kenya itu dilakukan untuk memastikan sistem AI aman dari konten bias dan berbahaya.

“Mengklasifikasikan dan menyaring (teks dan gambar) berbahaya merupakan langkah penting untuk meminimalisir jumlah konten kekerasan dan seksual yang dimasukkan ke dalam pelatihan data dan menciptakan alat yang dapat mendeteksi konten berbahaya,” tulis OpenAI.

Sementara, Sama yang dilaporkan telah menandatangani tiga kontrak dengan OpenAI senilai $200.000, telah memutuskan untuk keluar dari dunia pelabelan data secara keseluruhan. Setidaknya untuk saat ini.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)