Kemunculan chatbot berbasis artificial intelligence atau AI seperti ChatGPT menjadi tantangan baru bagi otoritas keagamaan. Chatbot AI yang terlatih bisa menjawab berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan masalah agama.
Ismail mengatakan banyak santri bisa mencari bacaan mengenai hal-hal yang berkenaan dengan agama kepada ChatGPT. Di samping itu, para ustadz pun dapat mencari ide ceramah dengan memanfaatkan ChatGPT.
ChatGPT merupakan situs web dengan konsep chatbot. Konsep tersebut memungkinkan para penggunanya bisa memerintahkan AI tersebut untuk melakukan berbagai pekerjaan.
ChatGPT bisa dikatakan sebagai produk teknologi yang mendobrak dunia digital. Banyak orang menyebut ChatGPT sebagai produk yang keren, namun juga mengerikan.
Teknologi ini bila dimanfaatkan dengan baik justru dapat membantu banyak pekerjaan dalam sebuah industri, termasuk dalam pendidikan dan kerja perusahaan.
ChatGPT menuai polemik dalam kegiatan manusia, terutama terkait pekerjaan dan pendidikan. Situs berbasis AI itu disebut cukup meresahkan lantaran berpotensi untuk menjadi sarana kecurangan akademik.
ChatGPT sempat membuat heboh publik global saat kemunculannya pada Desember 2022. Namun, kepopuleran ChatGPT ternyata berbanding terbalik dengan kesejahteraan para pegawainya. OpenAI selaku pengembang ChatGPT dilaporkan tidak memberikan kondisi kerja yang baik, bahkan menggaji rendah para karyawannya di Kenya.
Departemen Pendidikan New York (NYC Schools), Amerika Serikat memblokir akses penggunaan ChatGPT di ponsel dan laptop di lingkungan sekolah. Kebijakan tersebut diambil untuk menghindari siswa mencontek dari ChatGPT.
Pendiri platform analisis media sosial Drone Emprit, Ismail Fahmi, mendorong ormas Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama hingga MUI untuk mensuplai informasi akurat untuk artificial intelligence (AI) ChatGPT yang tengah dikembangkan OpenAI.
ChatGPT tengah ramai menjadi perbincangan publik karena bisa menjawab berbagai pertanyaan rumit, mulai dari perencanaan marketing, esai tulisan, itinerary perjalanan, masalah filosofis hingga menjawab pertanyaan seputar agama.
Perkembangan teknologi saat ini memberi dampak positif bagi iklim usaha di Indonesia. Selain memberi pengalaman baru bagi pengusaha dan konsumen, teknologi juga menawarkan kemudahan dalam dunia bisnis.