Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Polemik ChatGPT, Antara Meringankan dan Menggantikan Pekerjaan Manusia

mahmuda attar hussein Rabu, 15 Februari 2023 - 10:15 WIB
Polemik ChatGPT, Antara Meringankan dan Menggantikan Pekerjaan Manusia
ChatGPT. (Foto: ATRIA Innovation)
LANGIT7.ID, Jakarta - Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ChatGPT menuai polemik dalam kegiatan manusia, terutama terkait pekerjaan dan pendidikan. Situs berbasis AI itu disebut cukup meresahkan lantaran berpotensi untuk menjadi sarana kecurangan akademik.

ChatGPT menjadi viral karena kemampuannya untuk membuat susunan kalimat sekelas karya tulis, lengkap dengan data yang valid. Caranya pun cukup mudah, hanya dengan mengetikkan permintaan di kolom chat. Lantas AI akan langsung meresponnya dengan memberikan jawaban beserta sumber.

Dekan Fisipol UGM, Wawan Mas’ud menjelaskan, sebetulnya fenomena AI dengan kemunculan ChatGPT sudah bisa diprediksi sebelumnya. Hal tersebut seiring masyarakat yang hidup di dunia modern.

Baca Juga: OpenAI Bayar Rendah Buruh Asal Kenya Kembangkan ChatGPT

"Fenomena ini tampaknya cukup mengagetkan kita. Tapi sebagai fenomena dan konsekuensi teknologi digital, semestinya bisa kita antisipasi," kata Wawan seperti dikutip dari laman UGM, Rabu (15/2/2023).

Menurutnya, ChatGPT yang dapat diakses secara umum perlu ditindaklanjuti secara bijak. Dia khawatir ChatGPT bisa berdampak dalam dunia pendidikan.

ChatGPT Bisa Gantikan Posisi Manusia

ChatGPT disebut bisa memiliki hak cipta sebagai “penulis” dalam beberapa karya tulis resmi di masa depan. Hal itu menjadikan posisi manusia bisa tergantikan oleh teknologi AI ini.

Untuk itu, Wawan mengingatkan agar bisa menggunakan teknologi AI ini dengan bijak. Termasuk dengan mengembangkan inovasi terkait copyright atau authorship.

Baca Juga: Cegah Siswa Nyontek, Sekolah di New York Blokir ChatGPT

"Salah satu hal yang juga menjadi concern biasanya adalah AI ini akan menggantikan pekerjaan-pekerjaan manusia. Kita akan kehilangan pekerjaan dan akan ada robot dan sistem yang menggantikan," ujar peneliti CfDS, Treviliana Putri.

Menurutnya, posisi manusia akan semakin terancam dengan keberadaan teknologi AI. Manusia pun pada akhirnya harus meningkatkan kemampuan untuk bisa mempertahankan eksistensinya.

Keberadaan AI memang ditujukan untuk mempermudah berbagai kegiatan manusia. Artinya, tidak seharusnya AI diposisikan sebagai pengganti manusia.

Terlebih, sistem yang terus berkembang tetap akan memiliki batasan. Sedangkan manusia bisa berkembang tanpa batasan dan akan terus mengembangkan teknologi.

Baca Juga:

Tantangan Karier Gen Z Harus Mampu Bersaing dengan AI

Makalah Mahasiswa Terlalu Bagus, Ternyata Pakai ChatGPT


(gar)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)