LANGIT7.ID, New York - Departemen Pendidikan New York (NYC Schools), Amerika Serikat memblokir akses penggunaan ChatGPT di ponsel dan laptop di lingkungan sekolah. Kebijakan tersebut diambil untuk menghindari siswa mencontek dari ChatGPT.
“Karena kekhawatiran tentang dampak negatif pada pembelajaran siswa, dan kekhawatiran tentang keamanan dan keakuratan konten, akses ke ChatGPT dibatasi pada jaringan dan perangkat Sekolah Umum Kota New York,” kata Juru Bicara NYC Schools, Jenna Lyle dalam pernyataan resmi NYC Schools, melansir New York Post, Jumat (6/1/2023).
Baca Juga: AI Makin Canggih, Muncul ChatGPT yang Bisa Jawab Persoalan Agama
Lyle mengatakan, ChatGPT yang berteknologi
Artificial Intelligence (AI) itu dikhawatirkan bisa membahayakan pendidikan siswa. Aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi OpenAI itu dirilis pada November 2022 itu sudah memicu pro kontra yang cukup serius.
Hal itu dikarenakan chatbot tersebut bisa menimbulkan misinformasi di dunia pendidikan dan kerja. ChatGPT dapat menampilkan berbagai topik menggunakan data yang diambil dari internet. Hanya saja, chatbot itu bisa melakukan trik linguistik, seperti menulis dalam berbagai gaya dan genre.
Meski segelintir orang menilai sistem pendidikan harus beradaptasi dengan teknologi AI seperti ChatGPT, namun adaptasi seperti itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Atas dasar itu, NYC Schools memblokir ChatGPT di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Kritis, Kolaboratif, Komunikatif, dan Kreatif, Modal Saingi AI
“Meskipun alat tersebut mungkin dapat memberikan jawaban yang cepat dan mudah atas pertanyaan, alat ini tidak membangun keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah, yang penting untuk kesuksesan akademis dan seumur hidup,” kata Lyle.
Sejak dirilis, ChatGPT langsung menjadi salah satu topik hangat dalam perbincangan perkembangan teknologi. Ada yang terpukau dengan karya tulis chatbot, ada juga yang khawatir teknologi itu akan mengikis kreativitas manusia.
Pada kenyataannya, ChatGPT tidak sehebat itu. CEO OpenAI selaku pengembang ChatGPT, Sam Altman bahkan mengatakan chatbot punya banyak kekurangan perlu diperbaiki.
Baca Juga: Drone Emprit: ChatGPT Perlu Suplai Referensi agar Akurat Jawab Masalah Agama
“Wawasan ChatGPT sangat terbatas, tapi bisa menciptakan kesan kehebatan yang keliru. Tidak seharusnya alat ini digunakan untuk mengerjakan hal-hal penting," ujar Altman melalui akun twitter-nya.
(jqf)