Israel Perluas Pemukiman Ilegal, DPR RI Sayangkan Sikap Barat
Muhajirin
Kamis, 16 Februari 2023 - 14:30 WIB
Ilustrasi pemukiman di Palestina (Foto: Istimewa)
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon, mengecam renana Israel memperluas pemukiman illegal di Palestina. Israel mengumumkan hendak membangun 10 ribu unit pemumkiman dan memulai proses legalisasi sembilan pemukiman terdepan, yang sebelumnya dianggap illegal di bawah hukum Israel.
Lima negara besar Barat, tiga di antaranya pemegang hak veto, yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia mengecam rencana Israel tersebut. Kelima negara itu mengaku sangat terganggu atas keputusan teranyar rezim sayap kanan radikal Israel itu.
Namun, Fadli Zon menilai respon Barat atas rencana Israel tersebut setengah hati dan tidak serius. Barat hanya mengeluarkan pernyataan merasa terganggu, dan tidak mengutuk tindakan tersebut.
Baca Juga:Tim Bawah Tanah Israel Gunakan Medsos Pengaruhi Pemilu di 30 Negara
“Barat tidak mengutuk tindakan itu. Mereka lebih diksi ‘mengecam’ dan diksi ‘sangat terganggu’. Padahal, kita tidak cukup mengecam dan merasa terganggu. Kita harus mengutuk sekeras-kerasnya. Saya melihat respon Barat itu setengah hati dan tidak serius,” ujar Fadli dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (16/2/2023).
Lima negara besar Barat, tiga di antaranya pemegang hak veto, yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia mengecam rencana Israel tersebut. Kelima negara itu mengaku sangat terganggu atas keputusan teranyar rezim sayap kanan radikal Israel itu.
Namun, Fadli Zon menilai respon Barat atas rencana Israel tersebut setengah hati dan tidak serius. Barat hanya mengeluarkan pernyataan merasa terganggu, dan tidak mengutuk tindakan tersebut.
Baca Juga:Tim Bawah Tanah Israel Gunakan Medsos Pengaruhi Pemilu di 30 Negara
“Barat tidak mengutuk tindakan itu. Mereka lebih diksi ‘mengecam’ dan diksi ‘sangat terganggu’. Padahal, kita tidak cukup mengecam dan merasa terganggu. Kita harus mengutuk sekeras-kerasnya. Saya melihat respon Barat itu setengah hati dan tidak serius,” ujar Fadli dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (16/2/2023).