Hikmah Isra Miraj Menurut Ustaz Muhammad Al-Habsyi
Mahmuda attar hussein
Sabtu, 18 Februari 2023 - 12:21 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Ada hikmah yang perlu diimani umat Islam dari perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Isra Mi'raj. Pasalnya, Isra Mi'raj bukan hanya untuk mendapatkan perintah salat.
Ustaz Muhammad Al-Habsyi mengatakan, ada beberapa perjalanan yang dilakukan Nabi sebelum beliau mendapatkan perintah salat. Perjalanan ini pun memiliki hikmah yang perlu diimani kaum muslimin.
"Isra Mi'raj kalau memang tujuannya adalah untuk berjumpa dengan Allah SWT, lantas kenapa harus ada rangkaian perjalanan ke beberapa tempat? Salah satunya baitul maqdis," kata Ustaz Al-Habsyi dalam penggalan kajiannya, dikutip Sabtu (18/2/2023).
Baca Juga:Mengenal Buraq, Kendaraan Rasulullah SAW dalam Peristiwa Isra Mi'raj
Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda, “Aku diberikan kendaraan lebih baik dari keledai dan bukan bagal, jalannya begitu cepat, lalu aku mengendarainya bersama Jibril as, lalu aku sampai pada suatu tempat. Jibril berkata, ‘Turun dan shalatlah.’ Maka, aku pun melakukannya. Lalu, dia berkata, ‘Tahukah engkau tadi shalat di mana?’ Aku berkata, ‘Aku shalat di Tiba (Madinah) dan kepadanya aku berhijrah.’
Kemudian, dia berkata, ‘Turun dan shalatlah!’ Maka, aku pun melakukannya. Kemudian, dia berkata, ‘Tahukah engkau tadi shalat di mana?’ Aku berkata, ‘Tadi aku shalat di Bukit Sinai dan di situlah Nabi Musa berbicara langsung dengan Allah SWT.’
Ustaz Muhammad Al-Habsyi mengatakan, ada beberapa perjalanan yang dilakukan Nabi sebelum beliau mendapatkan perintah salat. Perjalanan ini pun memiliki hikmah yang perlu diimani kaum muslimin.
"Isra Mi'raj kalau memang tujuannya adalah untuk berjumpa dengan Allah SWT, lantas kenapa harus ada rangkaian perjalanan ke beberapa tempat? Salah satunya baitul maqdis," kata Ustaz Al-Habsyi dalam penggalan kajiannya, dikutip Sabtu (18/2/2023).
Baca Juga:Mengenal Buraq, Kendaraan Rasulullah SAW dalam Peristiwa Isra Mi'raj
Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda, “Aku diberikan kendaraan lebih baik dari keledai dan bukan bagal, jalannya begitu cepat, lalu aku mengendarainya bersama Jibril as, lalu aku sampai pada suatu tempat. Jibril berkata, ‘Turun dan shalatlah.’ Maka, aku pun melakukannya. Lalu, dia berkata, ‘Tahukah engkau tadi shalat di mana?’ Aku berkata, ‘Aku shalat di Tiba (Madinah) dan kepadanya aku berhijrah.’
Kemudian, dia berkata, ‘Turun dan shalatlah!’ Maka, aku pun melakukannya. Kemudian, dia berkata, ‘Tahukah engkau tadi shalat di mana?’ Aku berkata, ‘Tadi aku shalat di Bukit Sinai dan di situlah Nabi Musa berbicara langsung dengan Allah SWT.’