LBH Minta Polisi Tak Gunakan Kekuatan Berlebihan Tangani Suporter
Muhajirin
Sabtu, 18 Februari 2023 - 20:20 WIB
Tangkapan layar video kericuhan suporter PSIS (foto: istimewa)
YLBHI-LBH Semarang menilai PSSI dan aparat kepolisian masih menganggap enteng keselamatan suoprter klub sepakbola. Hal itu merujuk peristiwa bentrok PSIS Semarang dengan polisi dalam laga Liga 1 antara PSIS Semarang Vs Persis Solo pada Jumat (17/2/023).
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menyebut pengamanan pertandingan tersebut sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP). Peristiwa itu bermula saat supporter PSIS Semarang memaksa masuk stadion.
Tahapan personel yang diturunkan, mulai dari pengerahan personel pengendali massa (Dalmas) hingga tim anti-anarkis dari Brimob ketika ekskalasi kerusuhan makin meningkat. "Kami sudah melakukan tiga penyekatan," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy, Sabtu (18/2/2023).
Baca Juga:Jelang PSIS vs Persib: Luis Milla Ogah Pusingkan Absennya Hen Hen dan Ricky Kambuaya
Kendati begitu, LBH Semarang menganggap tindakan tersebut tidak mementingkan keselamatan suporter.
“Belum beres penyelesaian kasus Kanjuruhan, kita kembali dipertontonkan penggunaan kekuatan berlebihan yang dilakukan oleh aparat kepolisian kepada kawan-kawan Suporter di Semarang,” demikian rilis resmi YLBHI-LBH Semarang, Sabtu (18/2/2023).
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menyebut pengamanan pertandingan tersebut sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP). Peristiwa itu bermula saat supporter PSIS Semarang memaksa masuk stadion.
Tahapan personel yang diturunkan, mulai dari pengerahan personel pengendali massa (Dalmas) hingga tim anti-anarkis dari Brimob ketika ekskalasi kerusuhan makin meningkat. "Kami sudah melakukan tiga penyekatan," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy, Sabtu (18/2/2023).
Baca Juga:Jelang PSIS vs Persib: Luis Milla Ogah Pusingkan Absennya Hen Hen dan Ricky Kambuaya
Kendati begitu, LBH Semarang menganggap tindakan tersebut tidak mementingkan keselamatan suporter.
“Belum beres penyelesaian kasus Kanjuruhan, kita kembali dipertontonkan penggunaan kekuatan berlebihan yang dilakukan oleh aparat kepolisian kepada kawan-kawan Suporter di Semarang,” demikian rilis resmi YLBHI-LBH Semarang, Sabtu (18/2/2023).