Apakah ChatGPT Bisa Menggantikan Otoritas Keagamaan?
Fajar adhitya
Senin, 20 Februari 2023 - 09:40 WIB
Ilustrasi ChatGPT. Foto: LANGIT7/iStock
Kemunculan chatbot berbasis artificial intelligenceatau AI seperti ChatGPT menjadi tantangan baru bagi otoritas keagamaan. Chatbot AI yang terlatih bisa menjawab berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan masalah agama.
ChatGPT yang dikembangkan OpenAI bahkan bisa menjawab pertanyaan dengan luwes seperti sedang mengobrol dengan menyertakan rujukan yang diperlukan. Ini berbeda dengan cara kerja Google yang hanya mengindeks website berdasarkan algoritma dan kata kunci tertentu.
Baca juga: ChatGPT Versi Microsoft Temperamen, Gaslighting hingga Playing Victim
Pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia Ismail Fahmi menjajal sejauh mana akurasi Chat GPT menjawab pertanyaan keagamaan. Dia mengatakan, model kerja ChatGPT adalah dengan memberikan penjelasan dari sumber yang di-index berdasarkan konteksnya.
Jika sumbernya berisi arahan dari individu berpengaruh, maka penjelasannya juga berisi arahan bagi pengguna. Lewat Twitter-nya, Ismail membagikan hasil percakapan dengan ChatGPT tentang hukum membaca Surat Yasin berdasarkan pendapat Imam Nawawi.
ChatGPT memberikan uraian: Imam Nawawi dalam kitabnya "Riyadhus Shalihin" menyebutkan hadis tentang keutamaan membaca Surah Yasin di hadapan mayit sebelum dimandikan. Beliau menyatakan bahwa hadis tersebut memiliki sanad yang dhaif (lemah) dan tidak dapat dijadikan dasar hukum dalam Islam.
ChatGPT yang dikembangkan OpenAI bahkan bisa menjawab pertanyaan dengan luwes seperti sedang mengobrol dengan menyertakan rujukan yang diperlukan. Ini berbeda dengan cara kerja Google yang hanya mengindeks website berdasarkan algoritma dan kata kunci tertentu.
Baca juga: ChatGPT Versi Microsoft Temperamen, Gaslighting hingga Playing Victim
Pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia Ismail Fahmi menjajal sejauh mana akurasi Chat GPT menjawab pertanyaan keagamaan. Dia mengatakan, model kerja ChatGPT adalah dengan memberikan penjelasan dari sumber yang di-index berdasarkan konteksnya.
Jika sumbernya berisi arahan dari individu berpengaruh, maka penjelasannya juga berisi arahan bagi pengguna. Lewat Twitter-nya, Ismail membagikan hasil percakapan dengan ChatGPT tentang hukum membaca Surat Yasin berdasarkan pendapat Imam Nawawi.
ChatGPT memberikan uraian: Imam Nawawi dalam kitabnya "Riyadhus Shalihin" menyebutkan hadis tentang keutamaan membaca Surah Yasin di hadapan mayit sebelum dimandikan. Beliau menyatakan bahwa hadis tersebut memiliki sanad yang dhaif (lemah) dan tidak dapat dijadikan dasar hukum dalam Islam.