Kemunculan chatbot berbasis artificial intelligence atau AI seperti ChatGPT menjadi tantangan baru bagi otoritas keagamaan. Chatbot AI yang terlatih bisa menjawab berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan masalah agama.
Pendiri platform analisis media sosial Drone Emprit, Ismail Fahmi, mendorong ormas Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama hingga MUI untuk mensuplai informasi akurat untuk artificial intelligence (AI) ChatGPT yang tengah dikembangkan OpenAI.
ChatGPT tengah ramai menjadi perbincangan publik karena bisa menjawab berbagai pertanyaan rumit, mulai dari perencanaan marketing, esai tulisan, itinerary perjalanan, masalah filosofis hingga menjawab pertanyaan seputar agama.
Isu radikalisme dan khilafah yang konsisten tersebar di internet, menurut dia harus diwaspadai dan diatasi. Ragam platform sosial media sudah seharusnya dapat digunakan semaksimal mungkin oleh MUI untuk menyebarkan narasi Islam yang ramah.
Menurut dia, hal inilah yang menjadi contoh negatif bagi anak-anak dari konten pornografi LGBT maupun yang normal. Untuk itu, kedua konten tersebut harus ditolak dan tidak boleh menyebar.
Menurut Ismail Fahmi, e-sport masuk kurikulum justru membuat anak kecanduan game. Padahal, kecanduan game menjadi masalah yang sering menjadi perbincangan orang tua saat ini. Ia khawatir terhadap dampak negatif dari e-sport tersebut terhadap perkembangan anak.