Manfaatkan Media Sosial, BKMT Bakal Sajikan Konten Dakwah Kekinian
Mahmuda attar hussein
Senin, 20 Februari 2023 - 21:00 WIB
Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Syifa Fauzia. (Foto: Langit7.id/Attar)
Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) berencana meningkatkan interaksinya melalu pemanfaatan media sosial. BKMT bakal menyajikan konten-konten dakwah yang menarik dan kekinian untuk media sosialnya.
Ketua Umum BKMT, Syifa Fauzia mengatakan, pihaknya akan menghidupkan media sosial untuk menyebarluaskan pesan dakwah dari sisi majelis taklim. Terlebih, banyak anak muda yang aktif menggunakan media sosial.
"Itu memang menjadi hal yang mau kita lakukan, yaitu menghidupkan media sosial kita," kata Syifa kepada Langit7, Senin (20/2/2023).
Baca Juga:Geliat Majelis Taklim di Indonesia, Sudah Ada Sejak Era Walisongo
Meski demikian, Syifa menuturkan bahwa hal tersebut bukan berarti melakukan peralihan penuh dari majelis taklim secara tatap muka menjadi online. Artinya, kegiatan dakwah melalui media sosial dilakukan sebagai pendukung sekaligus dokumentasi penting bahwa majelis taklim selalu hidup.
"Kita tetap tidak mau kehilangan syiarnya. Jadi tetap hibridanya harus ada, di mana kita menyelenggarakan acara besarnya, tapi untuk yang mingguan atau bulanan itu kita lakukan secara digital," ujar Syifa.
Di sisi lain, para anggota BKMT yang 95 persennya wanita ini memang lebih gemar untuk agenda majelis taklim agar dilakukan secara tatap muka langsung. Terlebih, para ibu-ibu juga senang untuk bertemu satu sama lainnya.
Ketua Umum BKMT, Syifa Fauzia mengatakan, pihaknya akan menghidupkan media sosial untuk menyebarluaskan pesan dakwah dari sisi majelis taklim. Terlebih, banyak anak muda yang aktif menggunakan media sosial.
"Itu memang menjadi hal yang mau kita lakukan, yaitu menghidupkan media sosial kita," kata Syifa kepada Langit7, Senin (20/2/2023).
Baca Juga:Geliat Majelis Taklim di Indonesia, Sudah Ada Sejak Era Walisongo
Meski demikian, Syifa menuturkan bahwa hal tersebut bukan berarti melakukan peralihan penuh dari majelis taklim secara tatap muka menjadi online. Artinya, kegiatan dakwah melalui media sosial dilakukan sebagai pendukung sekaligus dokumentasi penting bahwa majelis taklim selalu hidup.
"Kita tetap tidak mau kehilangan syiarnya. Jadi tetap hibridanya harus ada, di mana kita menyelenggarakan acara besarnya, tapi untuk yang mingguan atau bulanan itu kita lakukan secara digital," ujar Syifa.
Di sisi lain, para anggota BKMT yang 95 persennya wanita ini memang lebih gemar untuk agenda majelis taklim agar dilakukan secara tatap muka langsung. Terlebih, para ibu-ibu juga senang untuk bertemu satu sama lainnya.