LANGIT7.ID, Jakarta -
Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) berencana meningkatkan interaksinya melalu pemanfaatan media sosial. BKMT bakal menyajikan konten-konten dakwah yang menarik dan kekinian untuk media sosialnya.
Ketua Umum BKMT,
Syifa Fauzia mengatakan, pihaknya akan menghidupkan media sosial untuk menyebarluaskan pesan dakwah dari sisi majelis taklim. Terlebih, banyak anak muda yang aktif menggunakan media sosial.
"Itu memang menjadi hal yang mau kita lakukan, yaitu menghidupkan media sosial kita," kata Syifa kepada
Langit7, Senin (20/2/2023).
Baca Juga: Geliat Majelis Taklim di Indonesia, Sudah Ada Sejak Era WalisongoMeski demikian, Syifa menuturkan bahwa hal tersebut bukan berarti melakukan peralihan penuh dari majelis taklim secara tatap muka menjadi
online. Artinya, kegiatan dakwah melalui
media sosial dilakukan sebagai pendukung sekaligus dokumentasi penting bahwa majelis taklim selalu hidup.
"Kita tetap tidak mau kehilangan syiarnya. Jadi tetap hibridanya harus ada, di mana kita menyelenggarakan acara besarnya, tapi untuk yang mingguan atau bulanan itu kita lakukan secara digital," ujar Syifa.
Di sisi lain, para anggota BKMT yang 95 persennya wanita ini memang lebih gemar untuk agenda majelis taklim agar dilakukan secara tatap muka langsung. Terlebih, para ibu-ibu juga senang untuk bertemu satu sama lainnya.
"Karena atmosfernya beda. Berbicara dengan ibu-ibu yang lebih senior, bertemu muka, bersilaturahmi, dan kumpul itu membuat mereka itu lebih berarti," ucap Syifa.
Baca Juga: Regenerasi Majelis Taklim, BKMT Ajak Anak Muda Syiarkan DakwahFokus Kegiatan BKMTSyifa memaparkan fokus kegiatan di BKMT, yaitu lebih banyak memberikan ilmu dan nilai Islam dari sisi fikih, salawat, Al-Qur'an, dan hadis.
"Isi ceramahnya begitu. Jadi memang majelis taklim keumatan itu lebih menitikberatkan kepada mengingatkan jemaah dan masyarakat untuk amar makruf nahi munkar," lanjut Syifa menerangkan.
Selain itu, ada juga pembahasan mengenai kitab-kitab, di mana hal itu menyesuaikan dengan tema khusus. "Dalam kegiatan mingguan nanti itu ada pakai kitab. Pengajarannya yang sesuai tema dan seperti kurikulum sendiri," tuturnya.
Lebih lanjut, dia berharap, setiap kegiatan yang diselenggarakan majelis taklim ini tidak hanya bermanfaat bagi anggotanya, tapi juga masyarakat luas, khususnya umat Islam.
"Karena kita organisasi, jadi kita lebih mengakomodir untuk seremonialnya. Sehingga majelis taklim tuh menjadi sebuah kekuatan besar di masyarakat, karena memang jumlah anggotanya sangat banyak," tambahnya.
Baca Juga:
Upaya BKMT Majukan Dakwah Islam Lebih Modern
Tasyakur Milad Ke-42, Ini Sejumlah Rangkaian Kegiatan BKMT(gar)