LANGIT7.ID, Jakarta - Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) bakal mengadakan sejumlah rangkaian kegiatan dalam rangka Tasyakuran Milad ke-42 BKMT.
Ketua BKMT, Syifa Fauzia memaparkan, BKMT lahir pada 1 Januari 1981 atas kesepakatan lebih dari 700
majelis taklim. Diprakarsai oleh Prof Tutty Alawiyah, seorang ustazah, muballighah yang telah berkecimpung di majelis taklim sejak usia muda.
"Tasyakuran itu bertemakan 'Beramai Berbakti Membangun Negeri'. Tujuannya untuk membangkitkan semangat para pengurus dan jamaah BKMT dalam bersyiar dan berkegiatan serta berkepedulian sosial," kata Syifa kepada
Langit7.id, Jumat (17/2/2023).
Baca Juga: Kemenag Kembangkan Kurikulum Madrasah Digital EntrepreneurshipBKMT dibentuk dengan tujuan meningkatkan kualitas mutu pembelajaran di majelis taklim. Adapun pembentukan forum bersama ini dimaksudkan sebagai wadah komunikasi antar sesama majelis taklim yang saat itu berada di Jakarta dan sekitarnya.
"Majelis taklim juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dan peranannya untuk umat dan masyarakat. Untuk itulah BKMT bergerak menjadi pionir organisasi majelis taklim terbesar," ucapnya.
Seiring waktu, BKMT mulai giat diikuti oleh banyak majelis taklim dari luar Jakarta. Tutty Alawiyah pun berkeinginan agar majelis taklim lebih bermartabat, bukan sekadar tempat belajar mengajar keislaman.
Organisasi ini, lanjut Syifa, bersifat independen tanpa afiliasi dari pihak manapun. Hingga saat mencapai dasawarsa pada 1991, Tutty menyelenggarakan acara kolosal di Stadion Utama Gelora Bung Karno, dan menghadirkan Ibu Tien Soeharto.
Kemudian berlanjut sampai lima kali perhelatan akbar di stadion utama tersebut dan disaksikan oleh para pemimpin negara.
"Acara besar ini menjadi tolok ukur penyelenggaraan acara besar BKMT. Tidak kurang dari 100.000 jamaah majelis taklim berkumpul dan menjadi syiar semangat bagi BKMT di seluruh Indonesia," ujarnya.
Baca Juga: Kiai Sepuh Berkumpul di Tebuireng, Sampaikan Harapan untuk Abad ke-2 NUKiprah BKMT semakin meluas, ditandai dengan makin banyaknya keberadaan BKMT di setiap provinsi di seluruh Indonesia. Di usianya yang ke-42 saat ini, BKMT telah berada di 33 Provinsi, lebih dari 400 kabupaten, dan ribuan kecamatan, dengan estimasi anggotanya hampir 1 juta orang, yang 95 persennya adalah perempuan.
"BKMT secara organisasi bersifat independen tidak terafiliasi dengan organisasi atau partai politik manapun," tutur Syifa.
Dia juga berharap, BKMT dapat terus meluaskan perannya dalam bidang dakwah. Termasuk juga pendidikan dan sosial kemasyarakatan, pemberdayaan ekonomi, penguatan wawasan. "Juga berperan aktif dalam kepemimpinan nasional, serta tanggap terhadap isu strategis dan keumatan," tambahnya.
Berikut ini serangkaian acara dalam rangka Milad ke-42 BKMT: 1. Malam silaturrahim BKMT seluruh Indonesia pada Sabtu, 18 Februari 2023, pukul 19.00 WIB bertempat Asrama Haji Pondok gede Jakarta.
2. Pawai Parade BKMT Seluruh Indonesia pada Ahad, 19 Februari 2023, pukul 06.30 WIB bertempat di Kawasan Sarinah MH Thamrin Car Free Day.
3. Seminar Internasional, "The Faces of Islam' dan 'Ekonomi Syariah dan Kesejahteraan Umat' menghadirkan pembicara dari 5 negara. Agenda ini akan dilaksanakan pasq Senin, 20 Februari 2023, pukul 09.00 - 15.00 WIB, bertempat di Asrama Haji Jakarta.
4. Puncak Tasyakur Milad ke-42 BKMT akan dilangsungkan pada Selasa, 21 Februari 2023, pukul 07.30-12.00 WIB, bertempat di Istora Senayan Jakarta, dengan 10.000 Jamaah BKMT dari seluruh Indonesia.
Baca Juga:
Wapres Dukung Pembangunan Pusat Pendidikan di Titik Nol Peradaban Islam Nusantara
BUM-Pes Penanda Pesantren Tak Hanya Berperan sebagai Tafakufiddin
(gar)