Petani Penting Bagi Kehidupan, Sayangnya Masih Dipandang Rendah
Fajar adhitya
Rabu, 22 Februari 2023 - 19:01 WIB
Ilustrasi petani yang mengelola lahan sayur. Foto: LANGIT7/iStock
Petani merupakan tulang punggung kehidupan manusia. Karena tanpa petani, kita tidak akan memiliki sumber pangan yang memadai untuk bertahan hidup.
Sayangnya, profesi petani masih dianggap rendah. Petani seringkali dipandang rendah karena adanya stereotip bahwa pekerjaan di bidang pertanian dianggap sebagai pekerjaan yang kurang bergengsi dan berpenghasilan rendah.
Baca juga: Melalui Fesyen Berkelanjutan, KaIND Berdayakan Petani dan Anak Muda
Inilah yang dirasakan Ade Rukmana, petani sekaligus pengurus Desa Tani Lembang yang diberdayakan Dompet Dhuafa. Ade bergiat sebagai pendamping masyarakat petani di Jawa Barat.
"Petani itu sangat penting bagi kehidupan, tapi stigmanya masih tinggi. Bahwa petani itu bodoh, kampungan, jorok," katanya di Jakarta Pusat, Rabu (22/2/2023) dalam agenda Talkshow Peran Filantropi dalam Kemiskinan serta Digitalisasi di Dunia Filantropi.
Stigma yang tinggi membuat regenerasi petani macet. "Jangankan jadi petani, ngaku anak petani saja malu".
Faktor lain yang membuat profesi tani minim diminati adalah kurangnya perhatian dan dukungan dari pemerintah serta masyarakat. Pertanian dianggap bukan ladang yang menjanjikan sehingga membuat profesi petani sulit untuk berkembang.
Sayangnya, profesi petani masih dianggap rendah. Petani seringkali dipandang rendah karena adanya stereotip bahwa pekerjaan di bidang pertanian dianggap sebagai pekerjaan yang kurang bergengsi dan berpenghasilan rendah.
Baca juga: Melalui Fesyen Berkelanjutan, KaIND Berdayakan Petani dan Anak Muda
Inilah yang dirasakan Ade Rukmana, petani sekaligus pengurus Desa Tani Lembang yang diberdayakan Dompet Dhuafa. Ade bergiat sebagai pendamping masyarakat petani di Jawa Barat.
"Petani itu sangat penting bagi kehidupan, tapi stigmanya masih tinggi. Bahwa petani itu bodoh, kampungan, jorok," katanya di Jakarta Pusat, Rabu (22/2/2023) dalam agenda Talkshow Peran Filantropi dalam Kemiskinan serta Digitalisasi di Dunia Filantropi.
Stigma yang tinggi membuat regenerasi petani macet. "Jangankan jadi petani, ngaku anak petani saja malu".
Faktor lain yang membuat profesi tani minim diminati adalah kurangnya perhatian dan dukungan dari pemerintah serta masyarakat. Pertanian dianggap bukan ladang yang menjanjikan sehingga membuat profesi petani sulit untuk berkembang.