Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 04 September 2026
home wirausaha syariah detail berita

Petani Penting Bagi Kehidupan, Sayangnya Masih Dipandang Rendah

fajar adhitya Rabu, 22 Februari 2023 - 19:01 WIB
Petani Penting Bagi Kehidupan, Sayangnya Masih Dipandang Rendah
Ilustrasi petani yang mengelola lahan sayur. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Petani merupakan tulang punggung kehidupan manusia. Karena tanpa petani, kita tidak akan memiliki sumber pangan yang memadai untuk bertahan hidup.

Sayangnya, profesi petani masih dianggap rendah. Petani seringkali dipandang rendah karena adanya stereotip bahwa pekerjaan di bidang pertanian dianggap sebagai pekerjaan yang kurang bergengsi dan berpenghasilan rendah.

Baca juga: Melalui Fesyen Berkelanjutan, KaIND Berdayakan Petani dan Anak Muda

Inilah yang dirasakan Ade Rukmana, petani sekaligus pengurus Desa Tani Lembang yang diberdayakan Dompet Dhuafa. Ade bergiat sebagai pendamping masyarakat petani di Jawa Barat.

"Petani itu sangat penting bagi kehidupan, tapi stigmanya masih tinggi. Bahwa petani itu bodoh, kampungan, jorok," katanya di Jakarta Pusat, Rabu (22/2/2023) dalam agenda Talkshow Peran Filantropi dalam Kemiskinan serta Digitalisasi di Dunia Filantropi.

Stigma yang tinggi membuat regenerasi petani macet. "Jangankan jadi petani, ngaku anak petani saja malu".

Faktor lain yang membuat profesi tani minim diminati adalah kurangnya perhatian dan dukungan dari pemerintah serta masyarakat. Pertanian dianggap bukan ladang yang menjanjikan sehingga membuat profesi petani sulit untuk berkembang.

Guna memberdayakan kaum petani, Dompet Dhuafa menghadirkan pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan pertanian sayur Program Desa Tani di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Petani dari kelompok masyarakat miskin, diberdayakan untuk mengelola lahan pertanian dengan skema pendampingan.

Baca juga: PKS Desak Pemerintah Batalkan Impor Beras, Utamakan Serap Gabah Petani

Ade bersyukur Desa Tani Lembang terus berkembang sejak dimulai pada 2018 dengan 12 penerima manfaat. Tahun ini, Desa Tani akan membangun 10 hektar lahan dengan total 50 penerima manfaat langsung dan sekitar 40 tidak langsung.

"Kita target di 2023 mau bangun lagi core bisnis rumah kompos, rumah edukasi, dan rumah ternak," katanya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 04 September 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:12
Maghrib
17:55
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan