3 Alasan PKS Usung Anies Baswedan Jadi Capres 2024
Muhajirin
Jum'at, 24 Februari 2023 - 06:45 WIB
Anies Baswedan (Dok PKS)
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu, mengungkapkan tiga alasan PKS memilih Anies Rasyid Baswedan sebagai capres 2024.
Kriteria tersebut sudah dibahas dalam Musyawarah Majelis Syuro (MMS) ke-7 yakni berkarakter nasionalis religius, simbol perubahan, dan punya peluang menang besar. Dalam MMS ke-8, PKS akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Anies Baswedan.
Pertama, Anies Baswedan dinilai sebagai sosok pemimpin yang memiliki karakter nasionalis religius. Tak hanya itu, Anies disebut memiliki darah biru karena merupakan cucu dari pahlawan nasional yakni AR Baswedan.
Baca Juga:PKS Resmi Deklarasikan Anies Baswedan Capres 2024
“Kamiyakin, mudah-mudahan darah biru dari kakek beliau ini sebagai pejuang, dan mendapat gelar pahlawan nasional akan menurun dan diwarisi oleh saudara Anies Rasyid Baswedan,“ kata Syaikhu dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/2/2023).
Kedua, Anies Baswedan disebut sebagai pemimpin yang bisa memadukan antara nilai-nilai nasionalisme dengan religiusitas menjadi satu kesatuan yang padu dan utuh tidak terpisahkan. Agama menjadi inspirasi bagi nasionalisme, dan nasionalisme memuliakan peran-peran agama.
Kriteria tersebut sudah dibahas dalam Musyawarah Majelis Syuro (MMS) ke-7 yakni berkarakter nasionalis religius, simbol perubahan, dan punya peluang menang besar. Dalam MMS ke-8, PKS akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Anies Baswedan.
Pertama, Anies Baswedan dinilai sebagai sosok pemimpin yang memiliki karakter nasionalis religius. Tak hanya itu, Anies disebut memiliki darah biru karena merupakan cucu dari pahlawan nasional yakni AR Baswedan.
Baca Juga:PKS Resmi Deklarasikan Anies Baswedan Capres 2024
“Kamiyakin, mudah-mudahan darah biru dari kakek beliau ini sebagai pejuang, dan mendapat gelar pahlawan nasional akan menurun dan diwarisi oleh saudara Anies Rasyid Baswedan,“ kata Syaikhu dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/2/2023).
Kedua, Anies Baswedan disebut sebagai pemimpin yang bisa memadukan antara nilai-nilai nasionalisme dengan religiusitas menjadi satu kesatuan yang padu dan utuh tidak terpisahkan. Agama menjadi inspirasi bagi nasionalisme, dan nasionalisme memuliakan peran-peran agama.