3 Amalan Mulia di Bulan Sya’ban, Persiapan Sambut Ramadhan
Muhajirin
Senin, 27 Februari 2023 - 14:00 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Rasulullah SAW sangat antusias melakukan amalan-amalansaleh pada bulan Sya’ban. Hal itu diikuti para sahabat. Mulai dari memperbanyak ibadah puasa sebagai bentuk persiapan menyambut bulan ramadhan
Usamah bin Zaid pernah bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, saya tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan di banding bulan-bulan lain seperti engkau berpuasa di Sya’ban?”
Rasulullah menjawab, “Itu adalah bulan yang banyak manusia melalaikannya, terletak di antara Rajab dan Ramadan. Dia adalah bulan di mana amalan-amalan diangkat menuju Rabb semesta alam dan saya suka jika amalanku diangkat dalam keadaan saya sedang berpuasa.” (HR An-Nasai)
Baca Juga:Alasan Penamaan dan Sederet Keistimewaan Syaban
Berikut tiga mulia yang bisa dilakukan pada bulan Sya’ban seperti dikutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI):
1. Memperbanyak Puasa Sunah
Memperbanyak ibadah puasa sunah termasuk puasa dengan niat untuk meng-qada puasa pada tahun lalu. Dalam hal ini, istri Nabi Muhammad SAW, Ummum Salamah, pernah mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mendapati Nabi Muhammad SAW berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali Sya’ban dan Ramadhan.” (HR An-Nasai)
Usamah bin Zaid pernah bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, saya tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan di banding bulan-bulan lain seperti engkau berpuasa di Sya’ban?”
Rasulullah menjawab, “Itu adalah bulan yang banyak manusia melalaikannya, terletak di antara Rajab dan Ramadan. Dia adalah bulan di mana amalan-amalan diangkat menuju Rabb semesta alam dan saya suka jika amalanku diangkat dalam keadaan saya sedang berpuasa.” (HR An-Nasai)
Baca Juga:Alasan Penamaan dan Sederet Keistimewaan Syaban
Berikut tiga mulia yang bisa dilakukan pada bulan Sya’ban seperti dikutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI):
1. Memperbanyak Puasa Sunah
Memperbanyak ibadah puasa sunah termasuk puasa dengan niat untuk meng-qada puasa pada tahun lalu. Dalam hal ini, istri Nabi Muhammad SAW, Ummum Salamah, pernah mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mendapati Nabi Muhammad SAW berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali Sya’ban dan Ramadhan.” (HR An-Nasai)