LANGIT7.ID, Jakarta - Rasulullah SAW sangat antusias melakukan amalan-amalan saleh pada bulan Sya’ban. Hal itu diikuti para sahabat. Mulai dari memperbanyak ibadah puasa sebagai bentuk persiapan menyambut bulan ramadhan
Usamah bin Zaid pernah bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, saya tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan di banding bulan-bulan lain seperti engkau berpuasa di Sya’ban?”
Rasulullah menjawab, “Itu adalah bulan yang banyak manusia melalaikannya, terletak di antara Rajab dan Ramadan. Dia adalah bulan di mana amalan-amalan diangkat menuju Rabb semesta alam dan saya suka jika amalanku diangkat dalam keadaan saya sedang berpuasa.” (HR An-Nasai)
Baca Juga: Alasan Penamaan dan Sederet Keistimewaan SyabanBerikut tiga mulia yang bisa dilakukan pada bulan Sya’ban seperti dikutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI):
1. Memperbanyak Puasa SunahMemperbanyak ibadah puasa sunah termasuk puasa dengan niat untuk
meng-qada puasa pada tahun lalu. Dalam hal ini, istri Nabi Muhammad SAW, Ummum Salamah, pernah mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mendapati Nabi Muhammad SAW berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali Sya’ban dan Ramadhan.” (HR An-Nasai)
Puasa pada Sya’ban meski hanya puasa sunnah, memiliki peran Penting untuk menutupi kekuarangan puasa wajib pada Ramadan. Sama halnya dengan shalat sunah yang menutupi kekuarangan salat fardu yang memiliki kekurangan.
2. Menjauhi PermusuhanDalam hal ini Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah hadir di malam pertengahan dan bulan Sya’ban dan mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan
musyahin.” (HR Ibnu Majah)
Baca Juga: 5 Amalan Bulan Sya'ban Sebagaimana Dilakukan Rasulullah dan SahabatMakna
Musyahin adalah orang yang memiliki permusuhan dengan saudaranya. Rasulullah SAW juga secara khusus menyebut tentang orang yang memiliki permusuhan dengan saudara seagamanya pernah bersabda:
“Pintu-pintu surga dibuka setiap hari Senin dan Kamis dan akan diampuni seluruh hamba kecuali orang yang berbuat syirik kepada Allah, dikecualikan lagi orang yang memiliki permusuhan antara dia dengan saudaranya.”
Kemudian dikatakan, “Tahanlah pahala kedua orang ini sampai keduanya berdamai. Tahanlah pahala kedua orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR Muslim)
Baca Juga: Hari Nisfu Sya'ban 2023 Menurut Ketetapan PBNU3. Perbanyak Tadarus Al-Qur’anSeorang ulama dari kalangan tabiin pernah berkata, “Dulu dikatakan bahwa bulan Sya’ban adalah bulannya para
qurra’ (pembaca Al Qur’an).” Begitu pula yang dilakukan oleh Amru bin Qais apabila beliau memasuki bulan Sya’ban sampai-sampai beliau menutup tokonya dan mengosongkan dirinya untuk membaca Al Qur’an.” (Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali)
Demikian beberapa amalan yang dianjurkan pada Sya’ban. Tentu masih banyak amalan-amalan yang disebutkan para ulama salaf terdahulu, sehingga dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam Sya’ban dengan amalan-amalan saleh.
(jqf)