LANGIT7.ID - -
Bulan Sya'ban adalah bulan yang diistimewakan Nabi dan pula diagungkan. Sehingga selayaknya bagi seluruh kaum muslim untuk turut pula mengagungkan bulan ini.
Dalam sebuah hadis, Nabi menyatakan bahwa Sya'ban adalah bulan di mana amal seseorang dilaporkan kepada Allah. Karenanya Rasulullah senang bila amalnya dilaporkan sementara ia sedang dalam
keadaan berpuasa.
Ada beberapa
amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan Sya'ban, antara lain:
Baca juga: 7 Amalan saat Datang Bulan, Buru Pahala Meski Berhalangan
1. Puasa Sunnah
Puasa sunnah pada bulan Sya'ban adalah amalan yang dianjurkan. Puasa ini bisa dilakukan sepanjang bulan secara berurutan, selang seling, Senin-Kamis, atau pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Sya'ban.
Aisyah ra berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ
“Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya'ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: 7 Amalan Ini Dianjurkan Rasulullah SAW Khusus Hari Jumat
2. Puasa Qadha
Bila masih memiliki utang puasa Ramadhan, maka wajib mendahulukan puasa qadha dibanding mengerjakan puasa sunnah.
Syekh Yusuf Qardawi dalam buku Fatwa Kontemporer menerangkan, bila telah datang bulan Sya'ban sementara seseorang belum dapat mengqadha puasanya, maka hendaklah ia mengqadhanya pada bulan Sya'ban itu, karena itu merupakan kesempatan terakhir.
Mengqadha puasa pada bulan Sya'ban ini pernah dilakukan oleh Ummul Mukminin Aisyah r.a. --beliau sering tidak berpuasa pada bulan Ramadhan selama beberapa hari karena udzur (haid), lalu beliau mengqadhanya pada bulan Sya'ban.
3. Membaca Al-Quran
Bulan Sya'ban juga merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak membaca Al-Quran. Membaca Al-Quran di bulan Sya'ban termasuk salah satu latihan untuk mengkhatamkan Al-Qur'an pada Ramadhan.
Ada beberapa sahabat Nabi yang menamakan bulan Sya'ban dengan bulan Al-Qur'an, seperti sahabat Anas bin Malik. Ibnu Rajab al-Hambali meriwayatkan sebuah atsar dari Anas bin Malik yang menceritakan kesibukan para sahabat Nabi Saw ketika telah memasuki bulan Syaban.
Baca juga: Taubat dan Meminta Maaf, Dua Amalan Mulia di Sisi Allah“Kaum muslim ketika telah memasuki bulan Syaban, mereka mengambil mushaf-mushafnya kemudian membacanya. Mereka juga mengeluarkan zakat hartanya agar dapat membantu menguatkan orang fakir dan miskin untuk turut serta menunaikan puasa di bulan Ramadhan”.
4. Memperbanyak Membaca Tahlil
Selayaknya bagi orang beriman untuk selalu memperhatikan waktu-waktu yang diberkahi dan distimewakan, semisal bulan Sya'ban, dengan memperbanyak kalimat tahil, yaitu kalimat: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
Kalimat ini merupakan zikir paling utama yang diperintahkan oleh Allah untuk senantiasa diucapkan setiap saat melalui lisan dan hati.
وَعَنْ جَابِرٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، يَقُوْلُ : (( أَفْضَلُ الذِّكْرِ : لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ )) . رَوَاهُ التِّرْمِذِي ، وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ ))
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dzikir yang paling utama adalah
laa ilaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah).” (HR. Tirmidzi, ia menyatakan bahwa hadits ini hasan)
Baca juga: Wajib Tahu, Lima Amalan Ini Tak Boleh Ditunda Pengerjaannya
5. Beramal Saleh
Meningkatkan kebaikan dan menghindari maksiat. Di bulan Syaban, kita juga harus berusaha untuk meningkatkan kebaikan dan menghindari maksiat.
Kita bisa memperbanyak amalan baik dan menjauhi hal-hal yang dapat mendatangkan dosa, seperti berbohong, ghibah, dan sebagainya.
Sebagian keutamaan bulan Syaban adalah diangkat dan dilaporkannya amal-amal perbuatan manusia kepada Allah selama setahun.
Sayyid Muhammad bin Abbas al-Maliki dalam kitabnya Ma Dza Syaban mengistilahkan pelaporan amal-amal perbuatan manusia di bulan Syaban ini dengan sebutan al-Raf’u al-Akbar wa al-Ausa’, yaitu laporan terbesar dan terluas.
(est)