LANGIT7.ID - , -
Taubat dan permohonan maaf adalah amalan mulia di sisi Allah SWT. Sehingga setiap muslim diharuskan untuk bisa bertaubat kepada Allah dan
saling bermaafan kepada sesama manusia.
Pendakwah, Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan, antara taubat dan memohon maaf adalah kegiatan yang tidak bisa dilepaskan satu sama lain.
Baca juga: Cara Taubat dari Dosa Ghibah, Awali dengan Meminta MaafSebab, kedua amalan tersebut saling mengikat yang pada akhirnya adalah untuk mengharapkan
ridha dan rahmat-Nya.
"Meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan adalah sebuah hal yang sangat indah," kata dia dalam penggalan kajiannya, Kamis (2/2/2023).
Maaf dan berjanji pada diri sendiri untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama memiliki keutamaan tersendiri, yakni dapat melunakkan hati orang lain.
"Permohonan maaf kepada sesama manusia itu sama dengan permohonan ampun kepada Allah SWT," ujarnya.
Anjuran Nabi untuk Memperbanyak Istighfar
Nabi Muhammad SAW sendiri menganjurkan agar umatnya dapat memperbanyak isitghfar. Bahkan disebutkan Rasulullah beristighfar sebanyak 70-100 kali dalam sehari.
Baca juga: Bagaimana Cara Bertaubat dari Dosa Kecil dan Besar?"Taubat ini indah sekali, karena dengan tobat maka semua kesalahan akan dimaafkan," jelasnya.
Lebih dari itu, dengan taubat maka seseorang bisa mendapatkan fasilitas yang selama ini hilang karena terhalang oleh kesalahan.
Allah berfirman, "…Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung." (QS. An-Nur: 31).
"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya)." (QS. At-Tahrim: 8).
Adapun manfaat taubat sendiri yaitu akan diturunkannya dari langit rezeki yang berkah dan penuh rahmat. Sekaligus akan dimudahkannya setiap urusan oleh Allah SWT.
Baca juga: Aa Gym: Pendosa Bertaubat Lebih Baik dari Ahli Tahajud Sombong(est)