LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 2 cara untuk
bertaubat dari dosa gibah. Taubat dari dosa
gibah tak bisa langsung memohon ampunan kepada Allah SWT, tapi meminta maaf dengan orang tersebut.
Gibah sendiri adalah
dosa yang dilakukan dengan membicarakan keburukan atau aib orang lain. Sehingga tobat dari gibah ini harus disegerakan, apalagi dalam Islam disebut sebagai perbuatan yang lebih buruk dari zina.
Setidaknya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk bertobat dari dosa gibah. Berikut penjelasan Buya Yahya untuk bisa tobat dari dosa gibah sebelum memohon ampunan kepada Allah SWT:
1. Minta MaafDosa gibah adalah perbuatan yang mencela orang lain, baik dari segi fisik, keturunan, akhlak, perbuatan, urusan agama atau urusan dunia seseorang.
Untuk itu, hal pertama yang mesti dilakukan untuk bertobat adalah dengan meminta maaf kepada yang bersangkutan atau orang yang menjadi subjek gibah.
"Ini aturannya urusan dengan manusia, maka kaidahnya adalah meminta maaf kepada orang tersebut agar bisa diampuni Allah," kata dia menjawab pertanyaan jemaahnya, Selasa (31/1/2023).
Setelah itu, orang yang bergibah juga harus memperbanyak istighfar agar mendapat ampunan. Istighar ini juga dilakukan untuk orang yang menjadi korban gibah.
"Ilmu yang diajarkan Nabi Muhammad SAW adalah beristighfar untuk diri sendiri dan untuk orang yang digibahi," ujarnya.
2. Bicarakan KebaikanUntuk mengembalikan nama baik orang yang digibahi, maka pelaku gibah harus membicarakan kebaikannya di tempat ia pernah menyebut kejelekan orang tersebut.
Pasalnya, menggunjing keburukan atau aib orang lain tidak pernah dibenarkan dalam Islam. Sebaliknya, sebaik-baiknya muslim adalah yang saling membicarakan kebaikan sesamanya.
"Tobat itu indah dan itu lebih baik dilakukan bagi setiap muslim," katanya.
(bal)