Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 20 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Alasan Penamaan dan Sederet Keistimewaan Syaban

Muhajirin Ahad, 26 Februari 2023 - 19:40 WIB
Alasan Penamaan dan Sederet Keistimewaan Syaban
Ilustrasi Ibadah di bulan Syaban (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam kalender Hijriah, umat Islam sudah memasuki Sya’ban. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menjelaskan alasan di balik penamaan Sya’ban.

“Dinamai Sya’ban karena suku-suku Arab terpecah-belah karena berebut mencari air dan harta yang dapat dirampas setelah keluar dari bulan Rajab yang di dalamnya haram berkonflik.” Demikian Ibnu Hajar Al-Asqalani.

Mengutip laman resmi MUI, Rasulullah lalu ‘menyulap’ Sya’ban menjadi bulan penuh rahmat. Hingga Sya’ban menjadi salah satu bulan istimewa dalam Islam. Berikut sederet keistimewaan Sya’ban:

Baca Juga: 5 Amalan Bulan Sya'ban Sebagaimana Dilakukan Rasulullah dan Sahabat

1. Bulan yang Disenangi Rasulullah untuk Berpuasa

Sya’ban merupakan salah satu bulan yang disenangi oleh Rasulullah untuk berpuasa. Bulan ini menjadi salah satu persiapan untuk menyambut bulan suci Ramadan. Hal itu tergambar dalam hadits riwayat Aisya RA:

Aisya berkata, “Tidaklah aku melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadan, dan tidaklah aku melihatnya puasa paling banyak dalam sebulan, kecuali Sya’ban.” (HR Bukhari dan Muslim)

Ummu Salamah RA meriwayatkan, “Nabi SAW dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Sya’ban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadan.” (HR Abu Dawud dan An-Nasa’i. Al-Albani mengawatkan bahwa hadits ini shahih)

Baca Juga: Hari Nisfu Sya'ban 2023 Menurut Ketetapan PBNU

2. Bulan Amalan Diangkat ke Langit

Sya’ban merupakan bulan amalan seorang muslim diangkat ke langit. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i dan Imam Ahmad:

Usamah bin Zaid pernah bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkat berpuasa (sunah) dalam sebulan sebanyak engkau berpuasa di bulan Sya’ban?”

Rasulullah menjawab, “Itulah bulan di mana orang-orang melalaikannya, yaitu bulan yang berada di antara Rajab dan Ramadan. Pada bulan tersebut amal perbuatan akan diangkat kepada Tuhan semesta alam, maka aku sangat senang bilamana amalanku diangkat ketika aku sedang berpuasa.”

Baca Juga: Kapan Waktu Mulai Puasa Sunnah Sya'ban 2023?

Imam al-Sindi dalam Hasyiyah miliknya menjelaskan, maksud diangkatnya amal pada hadits itu adalah boleh jadi setiap hari amal seseorang diangkat, akan tetapi khusus untuk amal setahun penuh diangkat pada bulan Sya’ban.

3. Pendahuluan Sambut Ramadan

Al-Hafidz Ibnu Rajab dalam Kitabnya Lathaiful Ma’arif halaman 135 menjelaskan, Sya’ban adalah pendahuluan dalam menyambut datangnya bulan Ramadan. Maka, segala hal yang dianjurkan dilaksanakan, diperbanyak di bulan Ramadan, itu juga dianjurkan di bulan Sya’ban. Itu agar diri lebih siap melaksanakannya ketika Ramadan tiba.

Dalam kitab yang sama pada halaman 121, Ibnu Rajab mengutip Abu Bakar al-Waraq al-Balkhi yang mengatakan, Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban bulan menyiram, dan Ramadan adalah bulan memanen.

Baca Juga: Doa Memasuki Bulan Syaban dan Kapan Nisfu Syaban 2023

“Sebab itu, bulan Sya’ban adalah kunci pembuka dalam menggapai keberkahan di bulan Ramadan.” Demikian Ibnu Rajab.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 20 Juni 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:19
Maghrib
17:50
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan