Lucu, Cerita Mahasiswa Indonesia Shalat Berjamaah di Masjid India
Fajar adhitya
Kamis, 26 Agustus 2021 - 19:05 WIB
Ilustrasi shalat berjamaah di India. (Foto: Istimewa).
Ummat Islam di India, khususnya New Delhi, menganut paham keagamaan seperti yang praktikan oleh Imam Abu Hanifah atau Mahdzab Hanafi. Ada kebiasaan berbeda dalam shalat bagi Muslim di negara tersebut.
Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) India, M Agoes Aufiya, menceritakan pengalaman menarik ketika salat berjamaah di masjid-masjid India.
Pengalaman unik yang dialami oleh mahasiswa muslim asal Indonesia adalah ketika salat maghrib, isya, maupun subuh berjamaah. Agoes menuturkan, sudah menjadi kebiasaan bagi muslim Indonesia ketika salat berjamaah yang bacaan al Fatihah imamnya jahr (keras), sebagai makmum tentu akan menjawabnya dengan aamiin dengan keras.
Baca Juga: Kisah Nyata, Pemuda Nasrani Masuk Islam karena Shaf Shalat
"Jadi ketika mahasiswa Indonesia itu Salat Maghrib berjamaah itu biasanya di-jahr kan. Surat Al Fatihahnya dibaca nyaring dan jelas, nah diujungnya itu kalau di Indonesia kita keras jawab aamiin. Tapi kalau di mahdzab Hanafi tidak dibaca keras, namun waktu itu mahasiswa Indonesia membacanya dengan keras," kata Agoes melansir laman resmi Muhammadiyah.
Sontak hal itu membuat mahasiswa asal Indonesia 'kelagepan', seusai salat mereka saling memandang satu dengan yang lain sembari muka dipenuhi tanya, dan berakhri tawa.
Berbekal pengalaman itu, ketika dirinya diminta menjadi imam salat maghrib, isya, maupun subuh, ia beserta mahasiswa muslim asal Indonesia lain tidak lagi mengeraskan bacaan aamiin sebagaimana biasa mereka lakukan di Indonesia.
Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) India, M Agoes Aufiya, menceritakan pengalaman menarik ketika salat berjamaah di masjid-masjid India.
Pengalaman unik yang dialami oleh mahasiswa muslim asal Indonesia adalah ketika salat maghrib, isya, maupun subuh berjamaah. Agoes menuturkan, sudah menjadi kebiasaan bagi muslim Indonesia ketika salat berjamaah yang bacaan al Fatihah imamnya jahr (keras), sebagai makmum tentu akan menjawabnya dengan aamiin dengan keras.
Baca Juga: Kisah Nyata, Pemuda Nasrani Masuk Islam karena Shaf Shalat
"Jadi ketika mahasiswa Indonesia itu Salat Maghrib berjamaah itu biasanya di-jahr kan. Surat Al Fatihahnya dibaca nyaring dan jelas, nah diujungnya itu kalau di Indonesia kita keras jawab aamiin. Tapi kalau di mahdzab Hanafi tidak dibaca keras, namun waktu itu mahasiswa Indonesia membacanya dengan keras," kata Agoes melansir laman resmi Muhammadiyah.
Sontak hal itu membuat mahasiswa asal Indonesia 'kelagepan', seusai salat mereka saling memandang satu dengan yang lain sembari muka dipenuhi tanya, dan berakhri tawa.
Berbekal pengalaman itu, ketika dirinya diminta menjadi imam salat maghrib, isya, maupun subuh, ia beserta mahasiswa muslim asal Indonesia lain tidak lagi mengeraskan bacaan aamiin sebagaimana biasa mereka lakukan di Indonesia.