Mahfud MD: Boleh Ceramah Politik di Masjid Asal Inspiratif
Muhajirin
Kamis, 02 Maret 2023 - 15:30 WIB
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD (Dok Kemenko Polhukam)
Menko Polhukam RI, Mahfud MD, menilai umat muslim boleh menyelenggarakan ceramah tentang politik di dalam masjid. Hanya saja, materi yang disampaikan adalah politik inspiratif.
“Apakah di masjid boleh ceramah politik? Boleh, boleh tapi politik inspiratif, harus tegakkan keadilan, tegakkan hukum, berantas korupsi, pilih pemimpin yang jujur. Itu politik inspiratif,” kata Mahfud di Hotel Westin, Surabaya, dikutip kanal Kemenko Polhukam RI, Rabu (1/3/2023).
Dalam acara yang bertajuk ‘Cangkrukan Bareng Menko Polhukam di Tahun politik Menuju Indonesia Maju’ itu, Mahfud MD menjelaskan tentang makna politik identitas.
Baca Juga:Mahfud MD: Selama Era Reformasi, Pemilu Masih Curang
Menurut dia, politik identitas memang harus dikurangi, tetapibukan berarti menghilangkan identitas politik. Identitas politik sudah melekat pada diri setiap orang dan tidak bisa dihilangkan.
“Kita kurangi ya (politik identitas). Politik identitas itu artinya bukan menghilangkan identitas politik, bahwa Anda orang Jawa itu identitas politik, bahwa Anda orang Islam itu identitas politik,” kata Mahfud.
Setiap orang memiliki identitas politik. Hal itu boleh digunakan, tetapi tidak boleh dijadikan untuk merugikan atau bahkan membasmi orang lain. Politik dijadikan alat untuk membasmi orang lain itulah yang disebut politik identitas.
“Apakah di masjid boleh ceramah politik? Boleh, boleh tapi politik inspiratif, harus tegakkan keadilan, tegakkan hukum, berantas korupsi, pilih pemimpin yang jujur. Itu politik inspiratif,” kata Mahfud di Hotel Westin, Surabaya, dikutip kanal Kemenko Polhukam RI, Rabu (1/3/2023).
Dalam acara yang bertajuk ‘Cangkrukan Bareng Menko Polhukam di Tahun politik Menuju Indonesia Maju’ itu, Mahfud MD menjelaskan tentang makna politik identitas.
Baca Juga:Mahfud MD: Selama Era Reformasi, Pemilu Masih Curang
Menurut dia, politik identitas memang harus dikurangi, tetapibukan berarti menghilangkan identitas politik. Identitas politik sudah melekat pada diri setiap orang dan tidak bisa dihilangkan.
“Kita kurangi ya (politik identitas). Politik identitas itu artinya bukan menghilangkan identitas politik, bahwa Anda orang Jawa itu identitas politik, bahwa Anda orang Islam itu identitas politik,” kata Mahfud.
Setiap orang memiliki identitas politik. Hal itu boleh digunakan, tetapi tidak boleh dijadikan untuk merugikan atau bahkan membasmi orang lain. Politik dijadikan alat untuk membasmi orang lain itulah yang disebut politik identitas.