Pakar Dorong MUI Munculkan Kebaruan Tema Tausiyah Ramadhan
Fajar adhitya
Selasa, 07 Maret 2023 - 15:40 WIB
Pakar Komunikasi Politik UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto. (Foto: Istimewa)
Pakar Komunikasi Politik UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) munculkan kebaruan tema tausiyah selama Ramadhan 2023. Hal itu disampaikannya mengingat Indonesia akan menghadapi momentum Pemilu 2024 dan sejumlah permasalahan sosial remaja.
Menurut Gun Gun, momentum Ramadhan memang sering digunakan untuk kampanye politik para calon atau kandidat. Berdasarkan pengamatan pada Ramadhan menjelang Pemilu 2019, dia menemukan aktivitas politik dalam pertemuan-pertemuan jemaah, baik offline maupun melalui siaran televisi.
Ketua Pokja Media Watch Komisi Infokom MUI itu mengungkapkan, yang sering digunakan bentuknya adalah political publishity, yaitu publisitas atau agenda menaikkan popularitas dengan menggunakan pihak ketiga melalui siaran televisi atau tabligh akbar.
Baca Juga:Masuk Bulan Syaban, Begini Doa Agar Dipertemukan dengan Ramadhan
"Usul sebagai yang terbarukan dalam tausiyah itu dengan memasukkan aspek tahun Pemilu. Misalnya tayangan Ramadan yang terdiri dari semua golongan atau mereka yang bertarung di arena gelanggang pertama," katanya dikutip dari Youtube TVMUI, Selasa (7/3/2023).
Problematika kekerasan remaja, lanjutnya, juga perlu diberikan sentuhan kebaruan dalam tausiyah pada Ramadhan. Hal itu harus dilakukan dengan memperbanyak tema-tema soal keluarga mengingat belakangan ekspresi kekerasan meningkat di media sosial.
"Ini bisa menyentuh kognisi dan afeksi halayak melalui talkshow-talkshow Ramadan. Prolognya bisa dimulai dengan isu kekerasan yang muncul belakangan atau pamer kekayaan yang dimiliki orang tuanya," ujar Gun Gun.
Menurut Gun Gun, momentum Ramadhan memang sering digunakan untuk kampanye politik para calon atau kandidat. Berdasarkan pengamatan pada Ramadhan menjelang Pemilu 2019, dia menemukan aktivitas politik dalam pertemuan-pertemuan jemaah, baik offline maupun melalui siaran televisi.
Ketua Pokja Media Watch Komisi Infokom MUI itu mengungkapkan, yang sering digunakan bentuknya adalah political publishity, yaitu publisitas atau agenda menaikkan popularitas dengan menggunakan pihak ketiga melalui siaran televisi atau tabligh akbar.
Baca Juga:Masuk Bulan Syaban, Begini Doa Agar Dipertemukan dengan Ramadhan
"Usul sebagai yang terbarukan dalam tausiyah itu dengan memasukkan aspek tahun Pemilu. Misalnya tayangan Ramadan yang terdiri dari semua golongan atau mereka yang bertarung di arena gelanggang pertama," katanya dikutip dari Youtube TVMUI, Selasa (7/3/2023).
Problematika kekerasan remaja, lanjutnya, juga perlu diberikan sentuhan kebaruan dalam tausiyah pada Ramadhan. Hal itu harus dilakukan dengan memperbanyak tema-tema soal keluarga mengingat belakangan ekspresi kekerasan meningkat di media sosial.
"Ini bisa menyentuh kognisi dan afeksi halayak melalui talkshow-talkshow Ramadan. Prolognya bisa dimulai dengan isu kekerasan yang muncul belakangan atau pamer kekayaan yang dimiliki orang tuanya," ujar Gun Gun.