home community

Panduan Ibadah Pengemudi Ojol: Shalat atau Antar Konsumen?

Jum'at, 27 Agustus 2021 - 04:00 WIB
Ilustrasi ojek online. (Foto: Antara).
Shalat lima waktu merupakan kewajiban setiap muslim. Sementara sebaik-baiknya shalat adalah shalat yang dikerjakan pada awal waktu.

Namun, bagi sebagian profesi, shalat di awal waktu menjadi kendala dalam bekerja. Tanpa pemahaman fiqih yang mumpuni dan luwes, kewajiban shalat akhirnya sering ditinggalkan dan dianggap sebagai beban.

Dalam sebuah pengajian bersama pengemudi ojek daring yang disiarkan Youtube Official LP3IA, Gus Baha mendapat pertanyaan apa yang harus didahulukan antara shalat atau lanjut mengantar konsumen ketika adzan berkumandang.

Baca Juga: Begini Hukum Bermakmum dengan Imam yang Shalat Sunnah

Gus Baha menjelaskan, kumandang adzan adalah penanda masuknya waktu shalat. Pengemudi ojek dapat mendirikan shalat setelah mengantar penumpang atau kapan saja selama waktu shalat belum habis.

“Adzan itu kan bukan akhir waktu shalat, tapi awal shalat. Tak harus supir ojek, meskipun anda makan, menerima tamu, menggendong anak, terdengar adzan ya teruskan saja (aktivitasnya),” kata Gus Baha.

Gus Baha menambahkan, supir ojek tak wajib mendahulukan shalat jika khawatir ibadah wajib itu akan membuatnya kehilangan pekerjaan atau merusak reputasi di mata pelanggan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ibadah shalat 5 waktu ojek online
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya