PKB Tolak Rencana Relokasi Depo Pertamina Plumpang
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 09 Maret 2023 - 20:05 WIB
Foto udara permukiman penduduk yang hangus terbakar dampak kebakaran Depo Pertamina Plumpang di Jalan Koramil, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta, Sabtu (4/3/2023). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Anggota Komisi VII DPR RI, Syaikhul Islam secara tegas menolak rencana pemindahan Depo Pertamina Plumpang pascakebakaran beberapa waktu lalu. Dia menilai relokasi tidak realistis lantaran membutuhkan waktu serta biaya yang tidak sedikit.
"Relokasi Depo Pertamina Plumpang sangat tidak realistis, membutuhkan waktu dan biaya yang besar bahkan terkesan lebih kental nuansa politiknya," kata Syaikul dalam keterangannya, Kamis (9/3/2023).
Legislator Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan, pemerintah harus mengambil langkah tepat dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan pengelolaan manajemen risiko di dalam Pertamina.
Baca Juga:Menteri BUMN Pindahkan Depo Pertamina Plumpang, UGM: Opsi Tepat dan Cepat
"Pemindahan depo tidak menjamin tidak terulangnya insiden (kebakaran) serupa apabila Pertamina tidak meningkatkan SOP (standard operational procedure) dalam manajemen resiko di setiap proses maupun tahapan kerja," ujarnya.
Syaikhul menuturkan, insiden kebakaran yang menewaskan belasan orang itu menyisakan banyak misteri. Terlebih, musibah tersebut merupakan kali pertama terjadi sejak beroperasinya Depo Pertamina Plumpang pada tahun 1974.
Lebih lanjut, Syaikhul meminta Pertamina sejatinya belajar dari kecelakaan kerja yang terjadi sebelumnya. Sebagai contoh, ledakan kilang di RU VI Pertamina Balongan pada 29 Maret 2021 lalu yang disebabkan oleh minimnya zona penyangga dan berbatasan langsung dengan jalan umum.
"Relokasi Depo Pertamina Plumpang sangat tidak realistis, membutuhkan waktu dan biaya yang besar bahkan terkesan lebih kental nuansa politiknya," kata Syaikul dalam keterangannya, Kamis (9/3/2023).
Legislator Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan, pemerintah harus mengambil langkah tepat dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan pengelolaan manajemen risiko di dalam Pertamina.
Baca Juga:Menteri BUMN Pindahkan Depo Pertamina Plumpang, UGM: Opsi Tepat dan Cepat
"Pemindahan depo tidak menjamin tidak terulangnya insiden (kebakaran) serupa apabila Pertamina tidak meningkatkan SOP (standard operational procedure) dalam manajemen resiko di setiap proses maupun tahapan kerja," ujarnya.
Syaikhul menuturkan, insiden kebakaran yang menewaskan belasan orang itu menyisakan banyak misteri. Terlebih, musibah tersebut merupakan kali pertama terjadi sejak beroperasinya Depo Pertamina Plumpang pada tahun 1974.
Lebih lanjut, Syaikhul meminta Pertamina sejatinya belajar dari kecelakaan kerja yang terjadi sebelumnya. Sebagai contoh, ledakan kilang di RU VI Pertamina Balongan pada 29 Maret 2021 lalu yang disebabkan oleh minimnya zona penyangga dan berbatasan langsung dengan jalan umum.