Butuh Waktu Bagi Penyintas Covid-19 Pulihkan Paru-Paru
Ajeng ritzki
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 07:59 WIB
Pasien dengan Covid-19 menjalani isolasi mandiri Foto: Langit7.id/Istock
Kondisi organ tubuh terutama paru-paru yang pernah terinfeksi Covid-19 sulit kembali seperti semula. Meskipun tetap ada kemungkinan pulih butuh waktu tak sedikit.
Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Rudy Kurniawan, Sp.PD, dalam diskusi virtual, Kamis (26/8).
"Terutama untuk kondisi medium sampai berat itu biasanya kembalinya lama dan kalau kami cek secara radiologis, gambarnya masih putih-putih atau ground-glass opacity (GGO)-nya masih ada," kata dr Rudy.
Sama seperti kulit tergores yang menimbulkan bekas luka meski sudah sembuh, dr Rudy mengatakan peradangan atau kerusakan di paru-paru juga akan meninggalkan bekas.
Fungsi baru-paru juga akan berkurang sehingga butuh waktu lama untuk bisa mengembalikannya seperti semula.
"Tapi kalau kondisi ringan, GGO-nya tipis, bisa jadi lebih cepat," ujarnya.
Bagi orang yang memiliki komorbid diabetes, kadar gula darahnya akan berantakan setelah terinfeksi Covid-19. Penyebabnya adalah obat-obatan yang dikonsumsi selama masa perawatan.
Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Rudy Kurniawan, Sp.PD, dalam diskusi virtual, Kamis (26/8).
"Terutama untuk kondisi medium sampai berat itu biasanya kembalinya lama dan kalau kami cek secara radiologis, gambarnya masih putih-putih atau ground-glass opacity (GGO)-nya masih ada," kata dr Rudy.
Sama seperti kulit tergores yang menimbulkan bekas luka meski sudah sembuh, dr Rudy mengatakan peradangan atau kerusakan di paru-paru juga akan meninggalkan bekas.
Fungsi baru-paru juga akan berkurang sehingga butuh waktu lama untuk bisa mengembalikannya seperti semula.
"Tapi kalau kondisi ringan, GGO-nya tipis, bisa jadi lebih cepat," ujarnya.
Bagi orang yang memiliki komorbid diabetes, kadar gula darahnya akan berantakan setelah terinfeksi Covid-19. Penyebabnya adalah obat-obatan yang dikonsumsi selama masa perawatan.