Peneliti Kembangkan Teknik Berkebun Hidroponik di Bulan
Fajar adhitya
Rabu, 15 Maret 2023 - 12:25 WIB
Sebuah proyek ESA Discovery baru yang dipimpin oleh Solsys Mining dari Norwegia mengembangkan teknik berkebun hidroponik di bulan. (Foto: Solsys Mining)
Para peneliti berhasil menanam kacang dengan menggunakan regolit dataran tinggibulanyang disimulasikan sebagai sumber nutrisi. Sebuah teknik baru untuk memproses tanah bulan dapat membantu mendorong pertumbuhan tanaman di bulan dengan harapan dapat menopang misi jangka panjang.
Badan Antariksa Eropa (ESA) dan perusahaan pertanian bulan Norwegia, Solsys Mining, telah mempelajari cara-cara untuk mengolah tanah bulan, atau regolith, untuk membuat pupuk bagi tanaman yang sedang tumbuh. Eksperimen sebelumnya menggunakan sampel bulan yang dibawa ke Bumi menunjukkan bahwa tanaman dapat tumbuh di tanah bulan.
Baca Juga:Pertanian Kota Berbasis Keluarga: Alternatif Perkuat Ketahanan Pangan
Namun, regolith bulan kekurangan sejumlah senyawa nitrogen dan menjadi padat ketika basah, sehingga menyulitkan tanaman untuk berakar dan tumbuh subur. Dengan memanfaatkan teknikpertanian hidroponik, para peneliti telah menemukan cara untuk menanam tanaman di air yang kaya nutrisi, bukan tanah, dengan mengekstraksi mineral esensial dari regolith, menurut sebuah pernyataan dari ESA dilansir Space.
"Pekerjaan ini sangat penting untuk eksplorasi bulan jangka panjang di masa depan," kata Malgorzata Holynska, insinyur material dan proses ESA, dalam pernyataan tersebut.
"Mencapai kehadiran yang berkelanjutan di bulan akan melibatkan penggunaan sumber daya lokal dan mendapatkan akses ke nutrisi yang ada di regolith bulan dengan potensi untuk membantu menumbuhkan tanaman. Studi saat ini merupakan bukti prinsip menggunakan simulan regolith bulan yang tersedia, membuka jalan untuk penelitian yang lebih rinci di masa depan," ujarnya.
Baca Juga:Kisah Faris, Sarjana Psikologi Jadi Petani Sayuran Hidroponik
Badan Antariksa Eropa (ESA) dan perusahaan pertanian bulan Norwegia, Solsys Mining, telah mempelajari cara-cara untuk mengolah tanah bulan, atau regolith, untuk membuat pupuk bagi tanaman yang sedang tumbuh. Eksperimen sebelumnya menggunakan sampel bulan yang dibawa ke Bumi menunjukkan bahwa tanaman dapat tumbuh di tanah bulan.
Baca Juga:Pertanian Kota Berbasis Keluarga: Alternatif Perkuat Ketahanan Pangan
Namun, regolith bulan kekurangan sejumlah senyawa nitrogen dan menjadi padat ketika basah, sehingga menyulitkan tanaman untuk berakar dan tumbuh subur. Dengan memanfaatkan teknikpertanian hidroponik, para peneliti telah menemukan cara untuk menanam tanaman di air yang kaya nutrisi, bukan tanah, dengan mengekstraksi mineral esensial dari regolith, menurut sebuah pernyataan dari ESA dilansir Space.
"Pekerjaan ini sangat penting untuk eksplorasi bulan jangka panjang di masa depan," kata Malgorzata Holynska, insinyur material dan proses ESA, dalam pernyataan tersebut.
"Mencapai kehadiran yang berkelanjutan di bulan akan melibatkan penggunaan sumber daya lokal dan mendapatkan akses ke nutrisi yang ada di regolith bulan dengan potensi untuk membantu menumbuhkan tanaman. Studi saat ini merupakan bukti prinsip menggunakan simulan regolith bulan yang tersedia, membuka jalan untuk penelitian yang lebih rinci di masa depan," ujarnya.
Baca Juga:Kisah Faris, Sarjana Psikologi Jadi Petani Sayuran Hidroponik