Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Kisah Faris, Sarjana Psikologi Jadi Petani Sayuran Hidroponik

hasanah syakim Ahad, 18 September 2022 - 12:30 WIB
Kisah Faris, Sarjana Psikologi Jadi Petani Sayuran Hidroponik
Kisah Faris, Sarjana Psikologi Jadi Petani Sayuran Hidroponik. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Faris seorang Sarjana Psikologi memilih menjadi petani sayuran hidroponik di Yogyakarta. Menurut dia, saat ini lahan pertanian di daerah tersebut mulai berkurang, terlebih dengan banyaknya bangunan termasuk perumahan.

"Menjadi seorang petani sayur merupakan peluang yang sangat besar. Awal mula saya bermain di hidroponik ini setelah melihat lahan persawahan semakin berkurang karena digantikan oleh bangunan-bangunan dan perumahan," kata Faris dalam akun YouTube CapCapung, dikutip Ahad (18/9/2022).

Faris berpikir jika kondisi terus terjadi, maka sawah akan terus berkurang serta harganya semakin mahal. Baginya menjadi seorang petani tak lepas dari tantangan termasuk orang tua yang menentang pilihan Faris.

"Saya berpikir kalau seperti, ini lahan sawah akan terus berkurang dan harganya akan semakin mahal. Tantangan menjadi seorang petani karena saya menganggap diri saya sebagai tukang sayur ya, itu hal pertama yang paling berkesan itu dari orang tua," ujarnya.

Faris melanjutkan, ketika dirinya memutuskan untuk bertani, orang tua marah karena latar belakang pendidikannya, yaitu Sarjana Psikologi dan saat ini tengah menempuh Magister Profesi Psikologi.

Baca Juga: Wapres Dorong Pesantren Lakukan Rekayasa Sistem Tanam Hidroponik

"Hal tersebut membuat orang tua saya cukup kecewa. Cukup lama perseteruan antara saya dengan bapak saya, hingga akhirnya dia bertanya 'jika kamu serius mendalami hidroponik, maka seriuslah'. Mungkin selama ini bapak salah menganggap remeh menjadi petani," kata Faris.

Di pertengahan tahun 2017, Faris sempat kebingungan untuk mencari lahan karena keterbatasan biaya yang menjadi salah satu penghalang pergerakan hidroponiknya. Akan tetapi dia tersadar bahwa petani hidroponik tidak pernah mengeluh soal lahan.

"Jadi hidroponik itu bisa di tembok, bisa di pagar, dan bisa di mana saja. Syaratnya tanaman hanya perlu sinar pencahayaan matahari secara cukup," jelas Faris.

Faris tak menyangka bahwa tanaman hidroponik miliknya dapat ditempatkan di atas masjid dengan bantuan pengurus masjid, para pemuda, dan tokoh masyarakat setempat yang mendukung langkahnya.

"Akhirnya kita bisa memanfaatkan lahan kosong di atas masjid. Makanya carilah komunitas, carilah perkumpulan karena banyak orang-orang baik di sekitar kita. Ketika kita berbuat baik kepada orang, maka kebaikan itu akan kembali," tuturnya.

Baca Juga: Masjid Asy Syifa RSCM Canangkan Kebun Hidroponik dengan Skala Besar

Menurut dia, dengan membangun instalasi bermodal sekitar 3,5 juta sudah mendapatkan fasilitas hidroponik yang komplit dengan dibalut kreasi dan kreativitas jadilah instalasi yang kini dijalani Faris.

"Tanaman yang saya tanam adalah tanaman-tanaman sederhana, seperti kangkung, bayam kerah, sawi, pakcoy, dan lainnya. Kalau untuk kangkung kita bisa panen dua minggu setelah tanam, bayangkan secepat itu kan panennya," tuturnya.

Dengan instalasi yang dibangunnya, Faris kerap mendapatkan penghasilan sekitar 1,5 juta dalam satu bulan jika diatur dengan baik. Kemudian hasil kebun tidak langsung dia jual ke supermaket, restoran ataupun hotel, tetapi terlebih dahulu ditawarkan kepada pedagang tradisional.

Baca Juga: PKS Tolak Wacana Presiden 3 Periode dan Jokowi Bisa Jadi Wapres

"Dan dari hasil kebun kami tidak langsung jual ke supermarket, restoran atau ke hotel seperti pada umumnya. Saya di sini meyakinkan kepada teman-teman bahwa hasil pertanian kita untuk ditawarkan terlebih dahulu kepada pedagang tradisional," kata Faris.

Dengan begitu, Faris berharap pedagang-pedagang di pasar tradisional bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari usahanya. Selain itu, menurutnya semua orang layak mendapatkan sayuran yang sehat.

"Saya bangga menjadi petani karena petani adalah pekerjaan yang sangat mulia. Cita-cita saya adalah membuat semua petani di Indonesia, menggunakan teknologi terkini salah satunya hidroponik," ujarnya.

Faris menambahkan, dengan adanya teknologi pertanian yang berkembang saat ini, dia berharap tidak ada lagi anak-anak muda yang takut memegang cangkul dan bersentuhan dengan tanah. "Dengan teknologi, tidak ada lagi anak-anak yang takut nyemplung ke sawah. jadi pemuda jangan pernah takut untuk bertani," ujarnya.

Baca Juga: LBH: Penetapan Pemuda Madiun Jadi Tersangka Peretasan Bjorka Dipaksakan

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)