Tolak Kehadiran Timnas Israel, Persis: Memantik Polemik di Masyarakat
Muhajirin
Kamis, 16 Maret 2023 - 09:40 WIB
Ketua Umum PP PERSIS, Dr. KH Jeje Zaenuddin (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), Ustadz Jeje Zaenudin mengatakan kehadiran timnas sepakbola Israel di Indonesia pada laga piala dunia U-20 sangat berisiko.
Menurut Ustadz Jeje, risiko paling ringan dari kehadiran Timnas Israel U-20 adalah dapat memantik polemik pro-kontra di tengah masyarakat.
Baca juga: Muhammadiyah Tegas Tolak Kedatangan Timnas U-20 Israel ke Indonesia
"Lebih jauhnya membuka peluang dan alasan bagi munculnya kemarahan yang berlebihan dari kalangan masyarakat yang kecewa. Yang bisa saja diprovokasi menjadi tindakan anarkis," kata Ustadz Jeje dalam keterangannya, Kamis (16/3/2023).
Ketua MUI Bidang Seni, Budaya, dan Peradaban Islam ini mengingatkan semua pihak harus menyadari bahwa tensi politik pada tahun 2023 sudah mulai menghangat, ini seiring sudah dekatnya Pemilu 2024.
Maka isu apapun akan sangat mungkin digiring kepada sentimen dan kepentingan politis. Apalagi isu yang berhubungan dengan Israel yang sangat sensitif.
"Dalam situasi seperti ini, maka persatuan masyarakat dan integrasi nasional sepatutnya menjadi prioritas pemerintah. Dengan cara menghindari sikap atau kebijakan yang dapat membelah masyarakat," ujarnya.
Menurut Ustadz Jeje, risiko paling ringan dari kehadiran Timnas Israel U-20 adalah dapat memantik polemik pro-kontra di tengah masyarakat.
Baca juga: Muhammadiyah Tegas Tolak Kedatangan Timnas U-20 Israel ke Indonesia
"Lebih jauhnya membuka peluang dan alasan bagi munculnya kemarahan yang berlebihan dari kalangan masyarakat yang kecewa. Yang bisa saja diprovokasi menjadi tindakan anarkis," kata Ustadz Jeje dalam keterangannya, Kamis (16/3/2023).
Ketua MUI Bidang Seni, Budaya, dan Peradaban Islam ini mengingatkan semua pihak harus menyadari bahwa tensi politik pada tahun 2023 sudah mulai menghangat, ini seiring sudah dekatnya Pemilu 2024.
Maka isu apapun akan sangat mungkin digiring kepada sentimen dan kepentingan politis. Apalagi isu yang berhubungan dengan Israel yang sangat sensitif.
"Dalam situasi seperti ini, maka persatuan masyarakat dan integrasi nasional sepatutnya menjadi prioritas pemerintah. Dengan cara menghindari sikap atau kebijakan yang dapat membelah masyarakat," ujarnya.