Darul Muttaqien, Pesantren Berkualitas yang Keren Banget
Muhajirin
Jum'at, 17 Maret 2023 - 22:00 WIB
Pondok Pesantren Darul Muttaqien di Parung, Jawa Barat. Foto: Istimewa.
Pondok Pesantren tidak lagi menjadi citra lembaga pendidikan yang ketinggalan zaman. Berlokasi di Jabon Mekar, Parung, Jawa Barat, Pesantren Darul Muttaqien menawarkan pendidikan Islam berkualitas yang mengikuti perkembangan zaman.
Pesantren ini menyediakan berbagai program pendidikan, mulai dari tingkat TK Islam hingga Madrasah Aliyah, dengan kurikulum yang komprehensif dan modern. Darul Muttaqien menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin memberikan pendidikan Islam berkualitas bagi anak-anak.
Baca juga: Kiai Cholil Nafis Terpilih sebagai Alumni Terbaik Ponpes Sidogiri
Berdiri pada 18 Juli 1988, Darul Muttaqien memiliki sejarah yang erat dengan pemberian wakaf seluas 1,8 hektar oleh H. Mohamad Nahar (alm.), seorang mantan wartawan senior Kantor Berita Antara, kepada KH. Sholeh Iskandar (alm.), ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKSPPI) pada 1987.
Saat ini, area wakaf Ponpes Darul Muttaqien telah berkembang menjadi 107,7 hektar dan bahkan sedang berusaha untuk diperluas hingga 117 hektar. Area pesantren tersebar di empat wilayah, yaitu Bogor, Sukabumi, Cikeusik, dan Dumai, dengan tujuan untuk mengembangkan pendidikan dan memajukan peradaban Islam di masa depan.
Pemberian tanah wakaf ini dilakukan karena rasa prihatin dan keterpanggilan melihat kenyataan bahwa lulusan pesantren pada saat itu belum memiliki standar kualitas yang baik dalam pendidikan, pelayanan, dan manajemen pengelolaan.
Baca juga: Menparekraf Ajak Santri Ponpes Al-Ikhlash Putri Ciptakan Konten Islami
Pesantren ini menyediakan berbagai program pendidikan, mulai dari tingkat TK Islam hingga Madrasah Aliyah, dengan kurikulum yang komprehensif dan modern. Darul Muttaqien menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin memberikan pendidikan Islam berkualitas bagi anak-anak.
Baca juga: Kiai Cholil Nafis Terpilih sebagai Alumni Terbaik Ponpes Sidogiri
Berdiri pada 18 Juli 1988, Darul Muttaqien memiliki sejarah yang erat dengan pemberian wakaf seluas 1,8 hektar oleh H. Mohamad Nahar (alm.), seorang mantan wartawan senior Kantor Berita Antara, kepada KH. Sholeh Iskandar (alm.), ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKSPPI) pada 1987.
Saat ini, area wakaf Ponpes Darul Muttaqien telah berkembang menjadi 107,7 hektar dan bahkan sedang berusaha untuk diperluas hingga 117 hektar. Area pesantren tersebar di empat wilayah, yaitu Bogor, Sukabumi, Cikeusik, dan Dumai, dengan tujuan untuk mengembangkan pendidikan dan memajukan peradaban Islam di masa depan.
Pemberian tanah wakaf ini dilakukan karena rasa prihatin dan keterpanggilan melihat kenyataan bahwa lulusan pesantren pada saat itu belum memiliki standar kualitas yang baik dalam pendidikan, pelayanan, dan manajemen pengelolaan.
Baca juga: Menparekraf Ajak Santri Ponpes Al-Ikhlash Putri Ciptakan Konten Islami