home edukasi & pesantren

Inilah Perbedaan Puasa Umat Islam dengan Umat Terdahulu

Selasa, 21 Maret 2023 - 10:20 WIB
Ilustrasi puasa (Foto: Istimewa)
Guru Besar IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, menjelaskan, semua ajaran Islam menjurus pada dua fungsi manusia di muka bumi, Baik itu ibadah mahdhah yang ketentuannya telah ditetapkan Allah, maupun ghairu mahdhah yang manusia dituntut menggunakan akal.

“Pada intinya bermuara pada fungsi hamba dan khalifah,” kata Zakiyuddin dalam Pengajian PP Muhammadiyah, dikutip Senin (20/3/2023).

Puasa menjadi bagian dari trilogi ajaran agama Islam yakni Islam, iman, dan ihsan. Puasa menjadi salah satu dari rukun Islam yang lima dan dikhususkan kepada orang beriman. Sementara, dalam menjalani ibadah puasa, seorang muslim ditekankan berbuat ihsan sepanjang hari.

Baca Juga:Prioritas Amalan di Bulan Rajab, Ternyata Bukan Puasa

Ibadah puasa saat ini identik dengan aktivitas spiritual yang syariatnya ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183. Dalam ayat itu, dijelaskan bahwa puasa telah dipraktikkan jauh sebelum disyariatkan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Umat-umat terdahulu sebelum Islam juga memiliki ajaran yang mewajibkan umatnya untuk berpuasa. Namun, dalam menjalani puasa, Islam memiliki kekhasan yang tidak diserupai bangsa-bangsa terdahulu,” kata Zakiyuddin.

Salah satu bentuk kekhasan puasa dalam tradisi Islam adalah puasa bertujuan untuk pengekangan hawa nafsu, bukan penebusan dosa. Puasa merupakan sarana umat Islam mengendalikan dorongan-dorongan biologis seperti makan, minum, amarah, dan bercinta.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
manfaat puasa bulan puasa ibadah puasa
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya