Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 10 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Inilah Perbedaan Puasa Umat Islam dengan Umat Terdahulu

Muhajirin Selasa, 21 Maret 2023 - 10:20 WIB
Inilah Perbedaan Puasa Umat Islam dengan Umat Terdahulu
Ilustrasi puasa (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Guru Besar IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, menjelaskan, semua ajaran Islam menjurus pada dua fungsi manusia di muka bumi, Baik itu ibadah mahdhah yang ketentuannya telah ditetapkan Allah, maupun ghairu mahdhah yang manusia dituntut menggunakan akal.

“Pada intinya bermuara pada fungsi hamba dan khalifah,” kata Zakiyuddin dalam Pengajian PP Muhammadiyah, dikutip Senin (20/3/2023).

Puasa menjadi bagian dari trilogi ajaran agama Islam yakni Islam, iman, dan ihsan. Puasa menjadi salah satu dari rukun Islam yang lima dan dikhususkan kepada orang beriman. Sementara, dalam menjalani ibadah puasa, seorang muslim ditekankan berbuat ihsan sepanjang hari.

Baca Juga: Prioritas Amalan di Bulan Rajab, Ternyata Bukan Puasa

Ibadah puasa saat ini identik dengan aktivitas spiritual yang syariatnya ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183. Dalam ayat itu, dijelaskan bahwa puasa telah dipraktikkan jauh sebelum disyariatkan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Umat-umat terdahulu sebelum Islam juga memiliki ajaran yang mewajibkan umatnya untuk berpuasa. Namun, dalam menjalani puasa, Islam memiliki kekhasan yang tidak diserupai bangsa-bangsa terdahulu,” kata Zakiyuddin.

Salah satu bentuk kekhasan puasa dalam tradisi Islam adalah puasa bertujuan untuk pengekangan hawa nafsu, bukan penebusan dosa. Puasa merupakan sarana umat Islam mengendalikan dorongan-dorongan biologis seperti makan, minum, amarah, dan bercinta.

Baca Juga: Rahasia Kebugaran Tubuh Elon Musk: Puasa, Ini Manfaatnya

Maka itu, karakter puasa dalam Islam sangat dekonstruktif, terutama terhadap ajaran jahiliyyah yang rakus, tamak, dan suka melakukan kejahatan yang melampaui batas.

“Karena Allah tidak menyukai segala hal yang melampaui batas, termasuk hasrat kita untuk makan dan minum. Kata Rumi, nafsu duniawi adalah tipu daya dari semua berhala,” kata Zakiyuddin.

Di samping sebagai anugerah dari Allah, nafsu juga dapat menjadi musibah. Semua sumber kejahatan biasanya berasal dari keinginan primitif yang terkendali. Kehadiran puasa bisa menjadi tembok penghalang dari nafsu hewani, sehingga menjadi manusia yang bertakwa.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Asyura Bahasa Arab dan Latin, Raih Keutamaan Pelebur Dosa

“Kekhasan dari puasa yang diajarkan Islam itu bukan menghilangkan nafsu melainkan mengendalikan nafsu, karena manusia tanpa nafsu tidak akan memiliki motivasi untuk menjalani hidup, sehinga yang dilakukan Islam ialah bagaimana cara mengendalikannya,” kata Zakiyuddin.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 10 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)