Komunitas Pemuda Manggarai Barat Bagikan Makanan Gratis ke Ojol
Fajar adhitya
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 16:45 WIB
Komunitas pemuda Manggarai Barat membagikan makanan gratis untuk ojol. (Foto: Antara).
Komunitas Pemuda Anti Radikalisme Manggarai Barat membagikan makanan dan minuman gratis kepada pengemudi ojek online (ojol) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Ini bentuk kepedulian kami kepada sesama saudara yang merasakan dampak langsung pandemi Covid-19. Hari ini kami distribusikan 100 bungkus dan selanjutnya akan lebih banyak lagi," kata Ketua presidium komunitas, Itho Umar, di Labuan Bajo, Kamis (26/8/2021).
Dia menjelaskan, Komunitas Pemuda Anti Radikalisme Manggarai Barat membagikan makanan gratis bagi pengemudi ojol bersama relawan #GerakanBerbagiUntukWarga. Mereka juga turun bersama membagikan makanan bagi pengemudi angkutan dan masyarakat di seputaran Patung Komodo.
Baca Juga: Dari Dukun Magelang, Radio Ini Maksimalkan Dakwah Komunitas
Selain bentuk kepedulian dan cinta sesama, katanya, gerakan tersebut menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran serta solidaritas sesama anak bangsa yang sedang dilanda berbagai persoalan baik sosial, ekonomi, kesehatan karena Covid-19.
Oleh karena itu, ia merasa penting untuk menumbuhkan rasa empati di masyarakat untuk membantu sesama yang membutuhkan saat ini.
Itho meminta agar masyarakat tidak melihat jenis makanan atau minuman yang telah mereka berikan. Baginya, dibalik jenis menu tersebut, ada ketulusan, kerelaan, serta kesadaran akan pentingnya solidaritas.
"Ini bentuk kepedulian kami kepada sesama saudara yang merasakan dampak langsung pandemi Covid-19. Hari ini kami distribusikan 100 bungkus dan selanjutnya akan lebih banyak lagi," kata Ketua presidium komunitas, Itho Umar, di Labuan Bajo, Kamis (26/8/2021).
Dia menjelaskan, Komunitas Pemuda Anti Radikalisme Manggarai Barat membagikan makanan gratis bagi pengemudi ojol bersama relawan #GerakanBerbagiUntukWarga. Mereka juga turun bersama membagikan makanan bagi pengemudi angkutan dan masyarakat di seputaran Patung Komodo.
Baca Juga: Dari Dukun Magelang, Radio Ini Maksimalkan Dakwah Komunitas
Selain bentuk kepedulian dan cinta sesama, katanya, gerakan tersebut menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran serta solidaritas sesama anak bangsa yang sedang dilanda berbagai persoalan baik sosial, ekonomi, kesehatan karena Covid-19.
Oleh karena itu, ia merasa penting untuk menumbuhkan rasa empati di masyarakat untuk membantu sesama yang membutuhkan saat ini.
Itho meminta agar masyarakat tidak melihat jenis makanan atau minuman yang telah mereka berikan. Baginya, dibalik jenis menu tersebut, ada ketulusan, kerelaan, serta kesadaran akan pentingnya solidaritas.