Daarul Qur’an, Visi Besar Ustadz Yusuf Mansur Cetak Pemimpin yang Shalih
Muhajirin
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 18:00 WIB
Ustadz Yusuf Mansur bersama salah satu lulusan PPPA Daarul Quran yang difabel (foto: pppa.id)
2021 menjadi tahun istimewa bagi Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an (DaQu). Usia pesantren yang dibina Ustadz Yusuf Mansur itu sudah 18 tahun sejak didirikan pada 2003. Tak heran jika banyak prestasi yang berhasil diraih, baik skala nasional maupun internasional.
Pada 29 Juni 2015, DaQu terpilih menjadi Yayasan Pendidikan Al-Qur’an Terbaik di Dunia Islam oleh Lembaga Tahfidz Internasional (al-Haiah Al-‘Alamiyyah li Tahfizhil Qur'an). Prestasi itu diraih setelah menyisihkan 65 negara.
Prestasi itu menjadi bukti nyata keberhasilan visi-misi DaQu yakni ‘melahirkan generasi pemimpin bangsa dan Dunia yang sholeh dan sholehah’. Visi besar yang diperjuang di era modern namun bersumber dan digali dari spirit sejarah bangsa Indonesia yang sudah ada sejak era Sriwijaya hingga Majapahit.
Mengutip laman resmi DaQu, bermula pada 2003, Ustadz Yusuf Mansur berkhidmat menciptakan kader penghafal Al-Qur’an di Indonesia melalui Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an (PPPA) Daarul Qur’an. Ia memulai cita-cita itu dengan mengasuh beberapa santri hingga berkembang menjadi ribuan santri dan tersebar di seluruh Indonesia.
Sejak awal, DaQu berkonsentrasi membangun kesadaran masyarakat untuk kembali pada Al-Qur’an. Cita-cita mendapat sambutan baik dari masyarakat luas. Pada 29 Maret 2007 bertempat di Balai Sarbini Jakarta, DaQu resmi diperkenalkan ke publik Kemudian dikukuhkan melalui akta notaris tertanggal 11 Mei 2007.
Mengutip tulisan Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, KH Imam Jazuli, peran DaQu dalam dunia pendidikan Al-Qur’an tidak terbatas pada raihan prestasi formal saja, namun mampu dijiwai oleh para santrinya. Itu bisa dilihat dari sosok finalis pagelaran grand final Muhadharah Kubra, 21 November 2021, Andi Muhammad Khoirundsyah, santri kelas 7 asal Kota Palu.
Setelah dinobatkan sebagai juara, Andi Muhammad Khoirundsyah bercita-cita menjadi seorang da'i dan penceramah yang bisa berdakwah di berbagai belahan dunia. Semua itu tidak terlepas dari peran figure utama DaQu, Ustadz Yusuf Mansur, yang terus menyebarkan kebaikan kepada masyarakat.
Pada 29 Juni 2015, DaQu terpilih menjadi Yayasan Pendidikan Al-Qur’an Terbaik di Dunia Islam oleh Lembaga Tahfidz Internasional (al-Haiah Al-‘Alamiyyah li Tahfizhil Qur'an). Prestasi itu diraih setelah menyisihkan 65 negara.
Prestasi itu menjadi bukti nyata keberhasilan visi-misi DaQu yakni ‘melahirkan generasi pemimpin bangsa dan Dunia yang sholeh dan sholehah’. Visi besar yang diperjuang di era modern namun bersumber dan digali dari spirit sejarah bangsa Indonesia yang sudah ada sejak era Sriwijaya hingga Majapahit.
Mengutip laman resmi DaQu, bermula pada 2003, Ustadz Yusuf Mansur berkhidmat menciptakan kader penghafal Al-Qur’an di Indonesia melalui Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an (PPPA) Daarul Qur’an. Ia memulai cita-cita itu dengan mengasuh beberapa santri hingga berkembang menjadi ribuan santri dan tersebar di seluruh Indonesia.
Sejak awal, DaQu berkonsentrasi membangun kesadaran masyarakat untuk kembali pada Al-Qur’an. Cita-cita mendapat sambutan baik dari masyarakat luas. Pada 29 Maret 2007 bertempat di Balai Sarbini Jakarta, DaQu resmi diperkenalkan ke publik Kemudian dikukuhkan melalui akta notaris tertanggal 11 Mei 2007.
Mengutip tulisan Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, KH Imam Jazuli, peran DaQu dalam dunia pendidikan Al-Qur’an tidak terbatas pada raihan prestasi formal saja, namun mampu dijiwai oleh para santrinya. Itu bisa dilihat dari sosok finalis pagelaran grand final Muhadharah Kubra, 21 November 2021, Andi Muhammad Khoirundsyah, santri kelas 7 asal Kota Palu.
Setelah dinobatkan sebagai juara, Andi Muhammad Khoirundsyah bercita-cita menjadi seorang da'i dan penceramah yang bisa berdakwah di berbagai belahan dunia. Semua itu tidak terlepas dari peran figure utama DaQu, Ustadz Yusuf Mansur, yang terus menyebarkan kebaikan kepada masyarakat.