LANGIT7.ID, Jakarta - 2021 menjadi tahun istimewa bagi Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an (DaQu). Usia pesantren yang dibina Ustadz Yusuf Mansur itu sudah 18 tahun sejak didirikan pada 2003. Tak heran jika banyak prestasi yang berhasil diraih, baik skala nasional maupun internasional.
Pada 29 Juni 2015, DaQu terpilih menjadi Yayasan Pendidikan Al-Qur’an Terbaik di Dunia Islam oleh Lembaga Tahfidz Internasional (
al-Haiah Al-‘Alamiyyah li Tahfizhil Qur'an). Prestasi itu diraih setelah menyisihkan 65 negara.
Prestasi itu menjadi bukti nyata keberhasilan visi-misi DaQu yakni ‘melahirkan generasi pemimpin bangsa dan Dunia yang sholeh dan sholehah’. Visi besar yang diperjuang di era modern namun bersumber dan digali dari spirit sejarah bangsa Indonesia yang sudah ada sejak era Sriwijaya hingga Majapahit.
Mengutip laman resmi DaQu, bermula pada 2003, Ustadz Yusuf Mansur berkhidmat menciptakan kader penghafal Al-Qur’an di Indonesia melalui Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an (PPPA) Daarul Qur’an. Ia memulai cita-cita itu dengan mengasuh beberapa santri hingga berkembang menjadi ribuan santri dan tersebar di seluruh Indonesia.
Sejak awal, DaQu berkonsentrasi membangun kesadaran masyarakat untuk kembali pada Al-Qur’an. Cita-cita mendapat sambutan baik dari masyarakat luas. Pada 29 Maret 2007 bertempat di Balai Sarbini Jakarta, DaQu resmi diperkenalkan ke publik Kemudian dikukuhkan melalui akta notaris tertanggal 11 Mei 2007.
Mengutip tulisan Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, KH Imam Jazuli, peran DaQu dalam dunia pendidikan Al-Qur’an tidak terbatas pada raihan prestasi formal saja, namun mampu dijiwai oleh para santrinya. Itu bisa dilihat dari sosok finalis pagelaran grand final Muhadharah Kubra, 21 November 2021, Andi Muhammad Khoirundsyah, santri kelas 7 asal Kota Palu.
Setelah dinobatkan sebagai juara, Andi Muhammad Khoirundsyah bercita-cita menjadi seorang da'i dan penceramah yang bisa berdakwah di berbagai belahan dunia. Semua itu tidak terlepas dari peran figure utama DaQu, Ustadz Yusuf Mansur, yang terus menyebarkan kebaikan kepada masyarakat.
Santri Dididik Menjadi Hafidz Sekaligus PebisnisLatar belakang UYM sebagai pebisnis turut menjadi inspirasi. Di setiap kesempatan, UYM selalu menyelipkan pesan-pesan agar para santri tidak hanya menjadi hafidz semata, tapi juga berdakwah di bidang ekonomi.
“Kalau punya cita-cita harus yang tinggi. Anak-anak ayah tidak boleh ke Turki hanya untuk kuliah, melainkan juga sambil mempunyai restoran. Pekerjakan orang-orang Turki di restoran kita. Anak-anak Ayah harus menjadi yang terdepan, bukan menjadi karyawan!" demikian petikan salah satu nasehat UYM kepada santri-santrinya.
Pesan itu bersifat holistik-komprehensif yakni menggabungkan intelektualitas dan entrepreneurship. UYM juga kerap mengutip hadist saat memberikan nasihat kepada santrinya yang berbunyi, “sesungguhnya Islam itu mulia nan tinggi, tidak ada yang lebih tinggi daripadanya.” (HR Bukhari).
Ketinggian Islam tidak boleh hanya berhenti pada level wacana atau percakapan saja, namun harus nyata menjadi realitas sehingga melahirkan manfaat untuk masyarakat luas. Pesan-pesan seperti kerap terdengar dari UYM, sehingga tak heran jika Andi Muhammad Khoirunsyah bercita-cita ingin menjadi dai kelas internasional sejak masih dini.
Visi Besar Membangun Pesantren di 100 Kota dan 5 BenuaSalah satu visi besar DaQu adalah mendirikan 100 pesantren di 100 kota dan 5 benua. Program tersebut sudah berjalan sejak 2007. Kini sudah banyak lulusan DaQu kuliah di Madinah University, Al-Azhar University Mesir, Lebanon, Sudan, Turki, Rusia, Cina, dan Australia. Keberadaan mereka di berbagai belahan dunia memudahkan cita-cita tersebut terwujud. Menempatkan alumni DaQu di seluruh dunia akan membawa warna baru tentang Islam ala Indonesia.
Baca Juga: UYM, Ustadz Jazir dan Wali Kota Bengkulu Siap Hadiri Webinar Muharram LANGIT7.IDInsya Allah UYM akan membagikan inspirasinya seputar pesantren hingga kebangkitan ekonomi umat dalam webinar yang akan digelar Langit7.id pada Senin (30/8/2021) dengan tema: Muharram Momen Kebangkitan Ekonomi Umat dari Masjid dan Pesantren. Klik tautan berikut untuk mendaftar:
bit.ly/langit7webinar.

(jqf)