home edukasi & pesantren

Menjadi Muslim Ramah

Jum'at, 07 April 2023 - 06:10 WIB
Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag.Foto/ist
Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag

(Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kemenag RI)

Ramadhan merupakan bulan kelembutan. Di bulan suci ini, manusia dilatih Allah SWT untuk melembutkan hati selama berpuasa.

Puasa ini ibadah yang unik. Puasa adalah jenis ibadah yang efek langsungnya kepada fisik adalah kelemahan karena harus menahan untuk tidak makan dan minum, suatu aktivitas yang secara bilogis dibutuhkan manusia untuk memiliki kekuatan fisiknya.

Makan dan minum adalah aktivitas paling mendasar yang dibutuhkan manusia untuk tetap hidup. Puasa justru memerintahkan manusia untuk tidak melakukannya hingga ia menanggung rasa lapar dan dahaga.

Tapi puasa bukanlah ibadah yang mendorong manusia untuk mati. Allah melarang manusia melakukan tindakan yang membahayakan dirinya. Karena itu, puasa memiliki batas waktu tertentu di mana pelakunya harus menghentikan puasanya. Inilah yang kita sebut dengan waktu berbuka. Jika orang tetap melanjutkan puasa di saat dia harus mulai makan dan minum, maka haram hukumnya. Mengapa? Karena puasa adalah latihan melembutkan diri, bukan ritual kematian.

Baca juga:Memaknai Keberkahan Ramadan-12
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ramah muslim bulan ramadhan manusia
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya