Kisah Anik, Ibu 7 Anak yang Dirikan Taman Baca Al-Quran Gratis
Fajar adhitya
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 21:05 WIB
Anik, Ibu 7 Anak yang berprofesi sebagai penjahit namun memiliki Taman Baca Al-Quran gratis untuk anak-anak. (Foto: Dok ACT).
Seorang ibu yang juga orang tua tunggal dari 7 anaknya, Anik, mendirikan taman baca Al-Quran gratis, meski dia masih harus melakoni hidup dengan kerja keras.
Muslimah asal Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan ini, melanjutkan usaha menjahit untuk menafkahi keluarga. Keterampilan ini menjadi salah satu keahliannya.
Anik bisa membuahkan baju-baju, mukena, dan berbagai jenis pakaian lain. Namun sementara ini dia lebih aktif untuk memproduksi daster, dan semuanya hasil karyanya sendiri.
Baca Juga: Demi Kemerdekaan Ekonomi, Para Muslimah Ini Tetap Berjualan di Tengah Pandemi
"Kalau sekarang ini, lagi lebih aktif produksi daster. Semuanya saya produksi sendiri di rumah," kata muslimah yang juga menjadi guru homeschooling ini melansir laman resmi ACT, Jumat (27/8/2021).
Sempat beberapa kali Anik membutuhkan modal agar usaha jahit ini dapat terus berjalan. Tetapi modal bagi Anik sukar didapatkan, terutama untuk pinjaman, karena dia berusaha menghindari riba.
"Kalau mau cari pinjaman modal itu saya sangat menghindari riba, tapi kayaknya agak susah di zaman sekarang cari pinjaman tanpa riba," cerita Anik.
Muslimah asal Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan ini, melanjutkan usaha menjahit untuk menafkahi keluarga. Keterampilan ini menjadi salah satu keahliannya.
Anik bisa membuahkan baju-baju, mukena, dan berbagai jenis pakaian lain. Namun sementara ini dia lebih aktif untuk memproduksi daster, dan semuanya hasil karyanya sendiri.
Baca Juga: Demi Kemerdekaan Ekonomi, Para Muslimah Ini Tetap Berjualan di Tengah Pandemi
"Kalau sekarang ini, lagi lebih aktif produksi daster. Semuanya saya produksi sendiri di rumah," kata muslimah yang juga menjadi guru homeschooling ini melansir laman resmi ACT, Jumat (27/8/2021).
Sempat beberapa kali Anik membutuhkan modal agar usaha jahit ini dapat terus berjalan. Tetapi modal bagi Anik sukar didapatkan, terutama untuk pinjaman, karena dia berusaha menghindari riba.
"Kalau mau cari pinjaman modal itu saya sangat menghindari riba, tapi kayaknya agak susah di zaman sekarang cari pinjaman tanpa riba," cerita Anik.