Halal Food di Jepang
Tim langit 7
Sabtu, 15 April 2023 - 16:48 WIB
KH Cholil Nafis saat di restoran Yakinikukaeseki Tomoji di gedung Hibiya Fort Tower, Jepang.Foto/ist
Akhir Ramadhan ini saya mendapat undangan ke Tokyo Jepang. Saya sengaja tetap berpuasa meskipun mendapat keringanan (rukhshah) untuk tidak berpuasa. Saya minta teman carikan restoran daging Jepang yang mendapat sertifikat halal. Walhamdulillah saya diajak ke restoran Yakinikukaeseki Tomoji di gedung Hibiya Fort Tower.
Di Restoran yang baru buka 1 Maret 2023 ini saya mencoba A5 Premium Wagyu Platter, karena memungkinkan untuk menikmati berbagai potongan daging sapi wagyu dan steak sirloin berkualitas berbeda serta halal.
Gedung yang beralamat di Nishishinbashi, Minato Tokyo adalah kawasana elit. Masakan khas bersertifikat halal di gedung megah menunjukkan gejala bisnis makanan halal di Jepang diterima oleh masyarakat kelas menengah dan berkembang pesat.
Sejak tahun 2010-an, Jepang sebagai negara non muslim menyadari bahwa akhir-akhir ini wisatawan muslim meningkat dan mereka memiliki beberapa keistimewaan antara lain dalam makanan; oleh sebab itu untuk menyambut tamunya, orang Jepang melakukan omotenashi atau keramah-tamahan dengan cara mulai menyediakan makanan halal bagi wisatawan muslim. Omotenashi yang diberikan kepada semua tamu yang datang ke Jepang memberikan pengaruh yang besar dalam meningkatkan makanan halal bagi wisatawan muslim.
Baca juga:Masjid Darurat Khatib, Kaderisasi Perlu Ditingkatkan
Selain itu juga kini penduduk negara Jepang sudah banyak yang beragama Islam. Meskipun tidak ada data yang pasti, disebutkan bahwa 1 sampai 1.5 juta Muslim mengunjungi Jepang setiap tahunnya, dan 100~200 ribu Muslim tinggal di Jepang. Hal ini terjadi karena adanya imigran muslim pada tahun 2012/2013.
Sampai saat ini, sudah terbangun 105 masjid di negara Jepang. Masyarakat di negari Matahari Terbit itu juga menganggap bahwa halal itu sehat. Jadi, halal di Jepang sudah bukan alasan agama, namun lifestyle. Masyarakat Jepang sangat concern pada apapun yang dikonsumsi oleh mereka.
Di Restoran yang baru buka 1 Maret 2023 ini saya mencoba A5 Premium Wagyu Platter, karena memungkinkan untuk menikmati berbagai potongan daging sapi wagyu dan steak sirloin berkualitas berbeda serta halal.
Gedung yang beralamat di Nishishinbashi, Minato Tokyo adalah kawasana elit. Masakan khas bersertifikat halal di gedung megah menunjukkan gejala bisnis makanan halal di Jepang diterima oleh masyarakat kelas menengah dan berkembang pesat.
Sejak tahun 2010-an, Jepang sebagai negara non muslim menyadari bahwa akhir-akhir ini wisatawan muslim meningkat dan mereka memiliki beberapa keistimewaan antara lain dalam makanan; oleh sebab itu untuk menyambut tamunya, orang Jepang melakukan omotenashi atau keramah-tamahan dengan cara mulai menyediakan makanan halal bagi wisatawan muslim. Omotenashi yang diberikan kepada semua tamu yang datang ke Jepang memberikan pengaruh yang besar dalam meningkatkan makanan halal bagi wisatawan muslim.
Baca juga:Masjid Darurat Khatib, Kaderisasi Perlu Ditingkatkan
Selain itu juga kini penduduk negara Jepang sudah banyak yang beragama Islam. Meskipun tidak ada data yang pasti, disebutkan bahwa 1 sampai 1.5 juta Muslim mengunjungi Jepang setiap tahunnya, dan 100~200 ribu Muslim tinggal di Jepang. Hal ini terjadi karena adanya imigran muslim pada tahun 2012/2013.
Sampai saat ini, sudah terbangun 105 masjid di negara Jepang. Masyarakat di negari Matahari Terbit itu juga menganggap bahwa halal itu sehat. Jadi, halal di Jepang sudah bukan alasan agama, namun lifestyle. Masyarakat Jepang sangat concern pada apapun yang dikonsumsi oleh mereka.