home masjid

Allah Selalu Beri Petunjuk Kembali ke Jalan Benar, Jangan Taubat ‘Sambel’

Sabtu, 06 Mei 2023 - 15:00 WIB
ilustrasi
Taubat merupakan salah satu kewajiban bagi umat muslim yang telah melakukan kesalahan atau dosa. Namun, taubat bukan sekadar meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi kesalahan yang sama. Taubat juga harus dilakukan dengan cara yang benar.

"Bedakan antara proses bebas dengan diterimanya tobat. Nah, dan gabungan dari keduanya, kita baca dulu Quran surah keempat An-Nisa di ayat ke-17," kata Wakil Ketua I Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Ustadz Adi Hidayat (UAH), dalam tausiahnya, Sabtu (6/5/2023).

اِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللّٰهِ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السُّوْۤءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوْبُوْنَ مِنْ قَرِيْبٍ فَاُولٰۤىِٕكَ يَتُوْبُ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا

"Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." (QS An-Nisa: 17).

Baca juga:Bolehkah Mengumumkan Perolehan Dana Masjid?

Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala menjelaskan, taubat yang diterima adalah taubat yang dilakukan dengan ketentuan-ketentuan tertentu. Taubat hanya akan diterima jika seseorang menyadari kesalahannya dan segera bertaubat dengan sungguh-sungguh.

"Seburuk-buruknya manusia pasti selalu ada lintasan dalam hatinya yang menyadari itu salah. Nah, ketika itu terpikir dan terlintas dalam benak seseorang, sadari itulah petunjuk Allah. Itu Hidayah," jelas UAH.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
taubat jalan yang benar kuasa allah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya