home global news

Korupsi Makin Mengakar dan Sistematik, Ditutupi Isu Radikalisme

Rabu, 24 Mei 2023 - 14:59 WIB
Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas
Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, menilai Indonesia belum bisa lepas dari masalah korupsi meski sudah 25 tahun reformasi. Masalah korupsi di Indonesia bahkan semakin mengakar dan sistematik. Masalah tersebut kerap ditutupi dengan isu-isu ideologi seperti radikalisme.

Maka itu, kata dia, upaya-upaya kritis untuk melawan korupsi seringkali dilawan dengan cara-cara terstruktur. Aktivis yang kerap mejadi target pembungkaman seperti pihak-pihak yang berfungsi sebagai watchdog.

"Ada pemadaman kampus, pemadaman aktivis-aktivis dengan proyek-proyek, jabatan-jabatan, misalnya komisaris dan sebagainya," ujar Busyro dalam diskusi bertajuk 25 Tahun Reformasi: Tantangan Mewujudkan Keadilan Negara Hukum di Gedung Pusat Dakwah Muhammaduyah, Jakarta, dikutip Rabu (24/5/2023).

Baca juga:Punya 3.000 Aset, Persis Teken MoU Percepat Sertifikasi

Sensitivitas kampus sebagai lembaga pendidikan yang kritis dan objektif pun diredam. itu dilakukan dengan menambah beban akademik dan administrasi pada dosen-dosen yang ada.

"Dosen-dosen dan fakultas-fakultas nyaris tidak ada kepedulian atau kepekaan terhadap urusan-urusan kemanusiaan, hukum, ekonomi, dan seterusnya. Nyaris tidak ada," ungkap Busyro.

Busyro mengatakan, beberapa isu tertentu sengaja dikembangkan untuk meredam kritisme publik terhadap masalah korupsi tersebut. Dia mencontohkan isu ideologi seperti radikalisme.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kasus korupsi radikalisme pp muhammadiyah busyro muqoddas
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya